Berita Belitung
Bored of Borders, Motivasi Kārlis Bardelis Ingin Keliling Dunia dengan Mendayung
Dari Peru sampai ke Manggar, Belitung Timur. Ia bermimpi ingin memecahkan rekor mengarungi lautan dan keliling dunia dengan cara berdayung.
Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Ardhina Trisila Sakti
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Karlis Bardelis seorang lelaki berusia 35 tahun terlihat dari kejauhan di atas perahu dayung berukuran 7x2 meter.
Rambut pirang sebahu, brewok yang terlihat tidak terawat dan postur tubuh tegap khas orang Kaukasian.
Kārlis telah mengarungi lautan sepanjang puluhan ribu kilometer sejak 2016 hingga sekarang.
Dari Peru sampai ke Manggar, Belitung Timur. Ia bermimpi ingin memecahkan rekor mengarungi lautan dan keliling dunia dengan cara berdayung.
Karlis bercerita motivasinya mengarungi lautan dengan cara berdayung karena ingin keluar dari zona nyaman.
Ia ingin menantang diri sendiri untuk keluar dari jalur hidup normalnya sebagai pegawai kantoran bidang recycling environment di sebuah perusahaan di negara asalnya Latvia.
"Perjalanan ini saya beri nama Bored of Borders. Saya tidak ingin membatasi diri saya sendiri hanya berada di dalam kantor melakukan rutinitas yang membosankan setiap harinya. Saya berpikir saya tidak bisa hidup seperti ini terus. Saya percaya setiap orang punya tujuan dan bagi saya tujuan hidup saya adalah adventuring (berpetualang)," kata Karlis saat ditemui posbelitung.co di atas perahu dayungnya yang terparkir di Pelabuhan ASDP Manggar, Senin (25/5/2020) malam.
Karlis mengatakan ia merupakan orang yang adiktif, ketika ia menyukai sesuatu maka ia akan terus-menerus melakukannya. Ia sangat menyukai hal-hal baru yang bisa menantang dirinya.
Bekerja selama enam tahun sebagai office guy membuatnya bosan. Ia percaya bahwa setiap orang bisa memperluas pemikirannya sendiri agar tidak bisa terus-menerus melakukan sesuatu yang sama setiap harinya.
Karlis yang merupakan Sarjana Ekonomi dan Master Ilmu Lingkungan mengakui adventure adalah sesuatu yang menghabiskan energi. Namun baginya sangat menyenangkan dan ia sangat penasaran dengan apa yang akan terjadi ke depan dalam perjalanannya.
Ia mengatakan perjalanannya ini membuktikan bahwa limitasi itu sebenarnya tidak terbatas.
Pikiran manusia lah yang membuat batas-batas tersebut. Selama itu bisa membuat percaya bahwa hal tersebut bisa dilakukan berarti tak ada limitasi dalam diri manusia.
"Saya bukan berasal dari keluarga kaya. Saya mencari sponsor, bantuan, dan semacamnya. Saya memulai dari nol. Ini bisa menjadi inspirasi bagi kamu yang terjebak dalam limitasi buatanmu sendiri," kata Karlis sambil memandang bintang-bintang.
Awalnya enam tahun lalu, Karlis mencari cara bagaimana mendayung, tujuan dan cara bertahan hidup. Kemudian setelah menjalaninya secara nyata, ia hanya bisa menikmatinya.
"Saya bangun pagi setiap harinya, makan oatmeal di atas perahu dengan view (melihat) yang seluruhnya lautan, dan melanjutkan berdayung dengan gelombang-gelombang di lautan. Pada dasarnya hidup saya sangat simpel. Saya merasa sangat nyaman dengan laut," aku Karlis yang sebelum ke Manggar ia sudah berhenti di beberapa tempat di Indonesia seperti Sangihe dan Bitung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/krlis-saat-mendayung-di-tengah-lautan.jpg)