Politik Malaysia Kian Memanas, Mahathir Dipecat dari Partai yang Didirikannya
Partai ini kini merupakan salah satu dari empat komponen partai koalisi oposisi di Malaysia, Pakatan Harapan (PH)
"Saya ingin memberi saran, jangan menyeret negara ini lagi ke ketidakpastian politik, ketika warga sudah menghadapi berbagai masalah dan masa depan yang sulit karena pandemi Covid-19," ujar Raja seperti dikutip Channelnewsasia.com.
Sidang Senin (18/5), yang menandai pembukaan sesi ketiga parlemen ke-14, hanya menampilkan pidato raja.
Tidak ada pembahasan mosi, termasuk usulan Mahathir Mohamad atas mosi tidak percaya terhadap Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, yang sudah mendapat persetujuan Ketua Parlemen Ariff Md Yusoff. Mosi ini yang membuat suhu politik di Malaysia mendidih lagi.
Turbulensi politik
Muhyiddin sebelumnya mengambil alih jabatan puncak pemerintahan dari Mahathir yang mengundurkan diri.
Pada awal pidatonya, Raja menyebutkan, dia telah menyarankan Mahathir untuk tidak mundur sebagai Perdana Menteri pada Februari lalu. "Tapi, dia tegas dengan keputusannya, dan meskipun saya sedih, saya harus menerimanya," katanya.
“Setiap kontes berakhir, turbulensi politik tidak bisa dibiarkan berlanjut tanpa akhir. Setelah melalui semua proses dan sejalan dengan Konstitusi Federal, saya menunjuk Muhyiddin Yassin memerintahkan kepercayaan mayoritas anggota parlemen,” ujar Raja.
Raja menambahkan, ia telah melaksanakan tugasnya secara transparan dan adil, sejalan dengan konsep monarki konstitusional dan demokrasi parlementer.
(Editor: Wito Karyono/Sumber: Kontan)
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Politik Malaysia bergejolak, Mahathir dipecat dari Partai Bersatu
Artikel ini telah tayang di WARTAKOTALIVE.COM dengan judul Politik Malaysia Kian Memanas, Mahathir Dipecat dari Partai yang Didirikannya, Raja Prihatin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/mahathir-mohamad-dan-muhyiddin-yassin-pecah-kongsi.jpg)