Kriminalitas

Ketua RT Tega Aniaya Seorang Nenek Gara-Gara Bansos, Tak Terima Diteriaki Maling

Di tengah pandemi Virus Corona ini pemerintah memberikan bantuan sosial berupa Bantuan Langsng Tunai (BLT) kepada masyarakat tidak mampu.

Shutterstock / Kompas.com
Ilustrasi penganiayaan 

POSBELITUNG.CO-- Di tengah pandemi Virus Corona ini pemerintah memberikan bantuan sosial berupa Bantuan Langsng Tunai (BLT) kepada masyarakat tidak mampu..

Namun ada saja masyarakat yang seharusnya menerima BLT justru tidak mendapat bantuan. Bahkan terkadang yang mendapatkan BLT justru orang kaya.

Tentu saja kondisi ini memicu kecemburuan sosial karena BLT diberikan tidak tepat sasaran.

Namun terkait dengan BLT ini juga terkadang memicu pertengkaran hingga berujung penganiayaan.

Seperti yang dialami seorang warga Kampung Harapan,Desa Sukamaju, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Jokowi Minta Prosedur Bansos Disederhanakan Agar BST & BLT Desa Segera Diterima Masyarakat

Seorang nenek bernama Arni  (70) mendapatkan perlakuan kasar dari penyalur bansos yang tak lain merupakan ketua RT.

Seorang nenek bernama Arni (70) mendapatkan perlakuan kasar dari penyalur bansos yang tak lain adalah ketua RT, keduanya pun didamaikan oleh pihak kepolisian di Kampung Harapan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/5/2020).
Seorang nenek bernama Arni (70) mendapatkan perlakuan kasar dari penyalur bansos yang tak lain adalah ketua RT, keduanya pun didamaikan oleh pihak kepolisian di Kampung Harapan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/5/2020). (Istimewa)

Peristiwa itu terjadi di balai desa,  Kampung Harapan,Desa Sukamaju, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sang anak nenek Arni, Naih (48) menjelaskan, kronologi kejadian tersebut.

"Awalnya dapat informasi (penganiayaan) itu dan sorenya saya langsung datang ke lokasi," ujar Naih.

Viral Kisah Netizen Bergaji Rp20 Juta Tergerus Covid-19, Kredit Mobil dan Rumah, Lalu Minta Bansos

Naih menuturkan, ibunya mengalami penganiyaan dari pria bernama Asep Supriyadi yang merupakan Ketua RT02/RW07Desa Sukamaju.

Kejadian itu berlangsung pada Kamis (28/5/2020) sekitar pukul 13.00 WIB.

Awalnya, lanjut Naih, bansos yang bersumber dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tidak sesuai harapan si nenek yang seharusnya mendapat 30 kilogram.

Hal tersebut membuat Ketua RT menjadi sasaran kemarahan nenek Arni yang menganggap penyaluran bansos berupa beras dari bupati itu tak adil.

"Awalnya sih tentang bansos beras yang dari bupati, per 30 kg tapi cuma dikasihnya 1 karung (15 kg), dipotong setengahnya. emang sih yang dapat bukan ibu saya tapi anak (adik saya) tinggal masih satu rumah satu KK," aku Naih.

Viral Gaji Rp 20 Juta Ngaku Rakyat Kecil, Berharap Bansos: Sebulan Saya Hanya Tersisa Rp 500 Ribu

Naih menilai, nenek Arni juga dijanjikan bantuan uang tunai dengan alasan hanya mendapat bansos 15 kilogram (Kg).

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved