Berita Belitung

Hewan Kurban di Belitung Bakal Dipasang Kalung, Ini Kegunaannya

Diimbau kepada masyarakat yang ingin membeli hewan kurban yang disudah dipasang kalung

Tayang:
posbelitung.co/Dede Suhendar
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung Suparman menunjukan kalung sehat, Selasa (7/7/2020). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Selaku instansi yang mengawasi hewan kurban, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung akan melakukan pendataan, pengawasan kesehatan hingga pemotongan.

Bagi hewan kurban baik kambing maupun sapi yang dinyatakan sehat akan dipasang kalung berliontin kertas bulat berwarna hijau.

Oleh sebab itu diimbau kepada masyarakat yang ingin membeli hewan kurban yang disudah dipasang kalung tersebut.

"Nanti ada dua tim yang dipimpin dokter hewan mengecek kesehatan. Jadi jika sudah dinyatakan sehat, hewan itu akan dipasangkan kalung secara gratis dari pemda," ujar Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung Suparman, Selasa (7/7/2020).

Stok kambing kurban di kandang milik Sam yang terletak di Jalan Anwar, Kelurahan Pangkal Lalang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Selasa (7/7/2020)
Stok kambing kurban di kandang milik Sam yang terletak di Jalan Anwar, Kelurahan Pangkal Lalang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Selasa (7/7/2020) (posbelitung.co/Dede Suhendar)

Ia mengatakan pihaknya sudah menyiapkan kalung tersebut sejumlah hewan kurban yang telah diperkirakan.

Suparman juga mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir melihat hewan kurban yang terpasang kalung hijau itu.

Sebab pemasangan kalung justru sebagai penanda bahwa hewan kurban itu sudah melalui proses pengecekan kesehatan.

"Jadi kalau tidak ada kalung ini jangan dulu dipilih. Nanti tim akan turun mulai hari Kamis ke kandang-kandang," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Suparman, pihaknya juga telah mengeluarkan edaran dari kementerian terkait pandemi Covid-19 agar rumah potong, penjual hewan kurban hingga pembeli tetap menerapkan protokol kesehatan.

Di antaranya selalu mengenakan masker dan menyediakan tempat cuci tangan serta handsanitizer.

"Mudah-mudahan nanti segera dilaksanakan, kami sudah sosialisasikan juga. Jadi pembeli dan penjual sama-sama aman," katanya. 

Stok sapi qurban di kandang milik Sam yang terletak di Jalan Anwar, Kelurahan Pangkal Lalang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Selasa (7/7/2020).
Stok sapi qurban di kandang milik Sam yang terletak di Jalan Anwar, Kelurahan Pangkal Lalang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Selasa (7/7/2020). (posbelitung.co/dede)

Hewan Kurban Terus Berdatangan hingga H-10 Idul Adha

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung Suparman mengakui stok hewan kurban masih kurang.

Namun menurutnya kondisi tersebut dikarenakan stok masih dalam perjalanan dan maksimal H-10 Idul Adha semuanya terpenuhi.

Berdasarkan koordinasi dengan pemasok, masih terdapat pengiriman sapi dan kambing dari wilayah Lampung dan Madura yang diperkirakan tiba pekan depan.

"Memang kalau kita lihat, masih banyak kandang yang kosong karena itu dipersiapkan untuk kedatangan nanti. Jadi stok hewan kurban ini akan terpenuhi paling lambat H-10 IdulAdha," ujar Suparman saat ditemui posbelitung.co, Selasa (7/7/2020).

Ia menjelaskan berdasarkan data 2019 terdapat 528 sapi dan 1.243 kambing yang dipotong pada momen Idul Adha.

Merujuk pada data tersebut pada 2020 pihaknya mempersiapakan 550 sapi dan 1.500 kambing.

Kemudian hasil pantauan di 30 titik kandang penjual hewan kurban, 275 sapi dan 744 kambing sudah masuk.

Dari rencana persediaan sampai kemarin, yang sudah masuk 276 sapi dan 744 kambing.

"Kami sudah memberikan rekomendasi dan berkomunikasi dengan pemasok, kekurangan stok masih dalam perjalanan. Jadi kami imbau kepada masyarakat bersabar bukan tidak ada stok tapi belum datang," ungkapnya.

Penjual Hewan Qurban Kurangi Stok

Jelang perayaan hari raya Idul Adha, para penjual hewan qurban di wilayah Tanjungpandan, Kabupaten Belitung mulai berdatangan.

Namun di tengah pandemi Covid-19, para penjual mengurangi pengiriman hewan qurban sekitar 30 persen mengingat kondisi ekonomi masyarakat tengah menurun.

"Karena adanya corona mungkin agak dikurangi dari tahun sebelumnya. Kalau biasanya kami stok sapi sampai 100 ekor, tahun ini kurang lebih 70 ekor. Kalau kambing kami datangkan sekitar 300an ekor," ujar Nasrudin selaku pengelola kandang milik Sam saat ditemui posbelitung.co, Selasa (7/7/2020).

Ia mengatakan kambing miliknya mayoritas didatangkan dari Lampung sedangkan sapi dari Madura.

Sementara itu harga jual relatif sama dengan tahun sebelumnya tergantung ukuran dan berat hewan tersebut.

Misalnya kambing mulai dari Rp2 jutaan sedangkan sapi mulai dari Rp20 jutaan.

Kebetulan kandang Sam merupakan distributor kambing di wilayah Belitung sebagai pemasok bagi pedagang hewan qurban musiman.

"Kalau pembelian khusus sapi belum, karena mungkin karena adanya corona ini jadi daya beli agak berkurang. Sama kambing juga begitu masih sepi," ungkapnya.

Nasrudin menambahkan untuk pengiriman hewan qurban dari luar Belitung memang agak diperketat di tengah pandemi Covid-19.

Namun menurutnya hal itu tak jadi kendala berarti karena pengiriman tetap lancar.

(posbelitung.co/Dede Suhendar)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved