Konflik Turki dan Yunani Meningkat, Perang Kata-Kata atas Hagia Sophia

Turki dan Yunani dikabarkan perang kata-kata kasar mengenai conversie Hagia Sophia di Istanbul.

Tayang:
tribunnewsmaker.com
Erdogan hadiri salat Jumat pertama di Hagia Sophia setelah 86 tahun jadi musium dan kni kembali jadi masjid. 

POSBELITUNG.CO -- Konflik Turki dan Yunani meningkat.

Adapun kedua negara tersebut dikabarkan perang kata-kata kasar mengenai conversie Hagia Sophia di Istanbul.

Sebagaimana diketahui, Hagia Sophia merupakan museum yang diubah menjadi masjid.

Rupanya ketegangan antara Turki dan Yunani sudah berlangsung selama beberapa bulan.

Mengutip Al Jazeera, ketidakakuran Ankara dan Athena itu meletus satu hari setelah umat Islam menggelar salat Jumat di Hagia Sophia.

Khasiat Lengkuas untuk Tubuh, Atasi Kanker Bahkan Kemandulan, Ternyata ini Zat Aktif di Dalamnya

Sebagai catatan salat Jumat yang digelar merupakan pertama kalinya dalam 90 tahun terakhir.

Erdogan: Target Mereka Bukan Hagia Sophia tau Mediterania Timur

Konflik di antara dua negara itu meningkat setelah Hagia Sophia ditetapkan menjadi masjid.

Selain itu, disebutkan ketegangan Ankara dan Athena juga dipicu kekayaan energi di Mediterania Timur.

Namun Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menilai ‘kebisingan’ yang terdengar bukan karena Hagia Sophia tau Mediterania Timur.

“Target mereka adalah kehadiran negara Turki dan muslim di wilayah ini,” kata Erdogan.

Erdogan pun mengecam pernyataan pemerintah Yunani dan angora Parlemen serta pembakaran bendera Turki di kota YunaniThessaloniki.

10 Program Infotaiment Ini Ditegur KPI, Siarkan Video Dewi Perssik Saat Dihipnotis Minta Cerai

Lebih lanjut, Erdogan dikabarkan bergabung dengan ribuan orang untuk salat Jumat pertama di Hagia Sophia.

Orang-orang mengunjungi Museum Hagia Sophia pada 26 Juni 2020 di Istanbul. Pengadilan tinggi Turki dijadwalkan pada 2 Juli 2020 untuk memberikan vonis kritis pada status landmark landmark Istanbul yang menjadi museum masjid yang berubah menjadi masjid, Hagia Sophia, sebuah keputusan yang dapat mengobarkan ketegangan terutama dengan negara tetangga Yunani. Gedung abad keenam - sebuah magnet bagi para wisatawan di seluruh dunia dengan arsitekturnya yang menakjubkan - telah berfungsi sebagai museum sekuler sejak tahun 1930-an yang menjadikannya terbuka bagi umat beragama dari semua agama. (Ozan KOSE / AFP)
Orang-orang mengunjungi Museum Hagia Sophia pada 26 Juni 2020 di Istanbul. Pengadilan tinggi Turki dijadwalkan pada 2 Juli 2020 untuk memberikan vonis kritis pada status landmark landmark Istanbul yang menjadi museum masjid yang berubah menjadi masjid, Hagia Sophia, sebuah keputusan yang dapat mengobarkan ketegangan terutama dengan negara tetangga Yunani. Gedung abad keenam - sebuah magnet bagi para wisatawan di seluruh dunia dengan arsitekturnya yang menakjubkan - telah berfungsi sebagai museum sekuler sejak tahun 1930-an yang menjadikannya terbuka bagi umat beragama dari semua agama. (Ozan KOSE / AFP) ()

PM Yunani Sebut sebagai Bukti Kelemahan

Secara terpisah, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis buka suara sol yagn terjadi di  Istanbul.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved