Breaking News:

NU Enggan Gabung ke Program Organisasi Penggerak Kemendikbud

Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU) PBNU meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mematangkan lagi konsep Program

Penulis: tidakada008 | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
(Dok. Kemendikbud)
Organisasi Penggerak 

POSBELITUNG.CO -- Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU) PBNU meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mematangkan lagi konsep Program Organisasi Penggerak (POP).

Selain itu, juga meminta agar pelaksanaan POP ditunda hingga tahun depan. 

Ketua LP Maarif NU PBNU Arifin Junaidi mengatakan pihaknya akan tetap tidak mengikuti, jika POP tahun ini tetap digelar.

"Apabila Kemendikbud memaksakan POP dilaksanakan tahun ini, maka LP Ma'arif NU PBNU menyatakan tidak bergabung dalam POP Kemendikbud," ujar Arifin melalui keterangan tertulis, Selasa (4/8/2020).

Arifin mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan untuk bergabung dalam kegiatan ini pada tahun depan setelah mempelajari dan mencermati revisi konsep POP.

Pemimpin Hezbollah Lebanon Diancam Menhan Israel, Gantz: Balasan Israel Akan Sangat Menyakitkan

Menurutnya, LP Ma'arif NU tetap melaksanakan peningkatan kapasitas kepala sekolah dan guru serta inovasi pendidikan secara mandiri pada tahun ini.

Sehingga Arifin meminta kepada Kemendikbud untuk tidak mencantumkan LP Ma'arif NU ke dalam daftar penerima POP pada tahun ini.

"Karena dilaksanakan secara mandiri, maka LP Ma'arif NU PBNU minta kepada Kemendikbud untuk tidak mencantumkan LP Ma'arif NU PBMU dalam daftar penerima POP tahun ini," ucap Arifin.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud ) Nadiem Makarim mengatakan akan melakukan evaluasi lanjutan terhadap Program Organisasi Penggerak.

Jadwal SKB CPNS 2019, Ini Aturan Pelaksanaan dan Hal-hal yang Harus Dipersiapkan oleh Peserta

Evaluasi ini dilakukan setelah beberapa organisasi masyarakat menyatakan mundur karena menilai banyak kejanggalan dalam program ini.

"Kemendikbud telah memutuskan untuk melakukan proses evaluasi lanjutan untuk menyempurnakan program organisasi penggerak," ujar Nadiem dalam konferensi pers secara daring, Jumat (24/7/2020).

(*/ Fahdi Fahlevi)

Berita ini telah terbit di TRIBUNNEWS.COM berjudul Seperti Muhammadiyah, NU Tetap Enggan Gabung ke Program Organisasi Penggerak Kemendikbud

Ketika Kahiyang Ayu Hamil Anak Kedua, Penampilan Putri Jokowi Ini Tuai Perhatian Bersama Sedah Mirah

Aktor Bollywood Amitabh Bachchan Keluar dari Rumah Sakit setelah Dirawat karena Covid-19

Donald Trump Ancam TikTok, Beri Waktu Enam Minggu untuk Dijual ke Perusahaan AS, Jika Tidak. . .

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved