Terpidana Mati Aulia Kesuma Ajukan Banding ke Pengadilan Tinggi DKI, Ini Kata Kuasa Hukum

Dua dalang pelaku pembunuhan berencana yakni Aulia Kesuma (46), dan anaknya Geovanni Kelvin (24), yang divonis pidana mati oleh Pengadilan Negeri

Editor: Khamelia
KOMPAS.COM/WALDA MARISON
Aulia Kesuma (kiri) dan Geovanni Kelvin 

POSBELITUNG.CO--Dua dalang pelaku pembunuhan berencana yakni Aulia Kesuma (46), dan anaknya Geovanni Kelvin (24), yang divonis pidana mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (15/6/2020) lalu, akhirnya telah resmi mengajukan proses banding ke Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta.

Hal itu dikatakan Kuasa Hukum keduanya, Firman Candra, kepada Warta Kota, Minggu (30/8/2020).

"Proses banding sudah diterima oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Kami dari Firman Candra Law Firm telah membuat memori banding terhadap putusan majelis hakim PN Jaksel dan alhamdulillah JPU Kejari Jaksel tidak membuat memori banding," kata Firman, Minggu (30/8/2020).

Seperti diketahui Aulia dan Kelvin adalah otak pembunuhan terhadap ayah dan anak, yakni Edi Chandra Purnama (54) alias Pupung dan Muhammad Adi Pradana alias Dana (24). Aulia adalah istri muda Pupung.

Motif pembunuhan karena Aulia ingin menguasai rumah Pupung di Jalan Lebak Bulus 1, Cilandak, Jakarta Selatan. Tujuannya untuk melunasi utang Aulia di dua bank yang mencapai Rp 10 Miliar.

Karenanya Aulia menyewa dua eksekutor atas bantuan beberapa orang yang dikenalnya. Totalnya ada 7 tersangka dalam kasus ini, namun hanya Aulia dan Kelvin yang divonis mati.

Firman menjelaskan memori banding dan pengajuan banding sudah diserahkan ke PT DKI pada 10 Agustus.

"Semoga putusan Pengadilan Tinggi DKI membatalkan vonis mati, putusan PN Jaksel," kata Firman.

Sebelumnya kata Firman, atas vonis mati yang diterimanya, Aulia Kesuma mengirim surat dengan ditulis tangan ke keluarga besar korban yang dibunuhnya serta juga mengirim surat ke sejumlah pihak termasuk Presiden RI.

"Surat permohonan maaf tulis tangan bu Aulia sudah dikirimkan ke keluarga Almarhum, dan sampai mengatakan kalau keluarga Almarhum masih belum ikhlas, bu Aulia siap dan nyawapun ikhlas dipertaruhkan," kata kuasa hukum Aulia dan Geovanni, Firman Candra kepada Warta Kota, Rabu (15/7/2020) lalu.

"Maksudnya bila keluarga Almarhum tidak ikhlas, ia siap diapapun oleh keluarga almarhum," tambah Firman.

Firman menjelaskan meski pasrah, kondisi mental dan psikologis terpidana mati kasus pembunuhan berencana, Aulia Kesuma dan anaknya Geovanni Kelvin (23), makin terpuruk.

Hal itu setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis mati keduanya, Senin (15/6/2020) lalu.

"Kondisi Aulia dan Geovanni sangat terpuruk dari sisi psikologis dan mentalnya," kata Firman Candra kepada Warta Kota.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved