Virus Corona di Indonesia

Waspada, Rumah Makan Jadi Klaster Baru Penularan Covid-19 di Semarang, Dinkes Lakukan Tracking

Pandemi Virus Corona di Indonesia belum akhir. Bahkan kasus orang yang positif terinfeksi Covod-19 ini justru semakin bertambah.

Tribunnews.com
Virus Corona (Ilustrasi) 

POSBELITUNG.CO--Pandemi Virus Corona di Indonesia belum akhir. Bahkan kasus orang yang positif terinfeksi Covod-19 ini justru semakin bertambah.

Untuk itu masyarakat jangan abai tetap mentaati protokol kesehetan Covid-19 dengan selalu mengunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, jaga jarak, hindari kerumunan hingga selalu cuci tangan.

Kendati saat ini memasuki masa new normal, terkadang banyak masyarakat yang tak mentaati aturan protokol kesehatan tersebut.

Seperti peristiwa baru-baru ini rumah makan di daerah Krobokan, Semarang Barat, Kepala Manyung Bu Fat, menjadi klaster baru penularan Covid-19 di Kota Semarang.

Kisah Pelaku Penimbun 22.000 Masker, Dulu Raup Untung Banyak, Sekarang Positif Corona

Satu orang karyawan dinyatakan positif corona dan dirawat di rumah sakit.

Sebanyak 25 orang pun telah menjani tes swab.

Kemudian, dinas kesehatan melakukan tracking atau penelusuran terhadap seluruh kontak erat dan keluarga karyawan rumah makan tersebut.

"Memang ada klaster baru. Tadinya Krobokan mulus tidak ada kasus."

"Satu dari yang kerja disitu dirawat di rumah sakit. Teman-teman Dinkes dapat notifikasi hasil, kemudian kami tracking ketemu yang lain," terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam, Jumat (11/9/2020).

Jakarta Darurat Corona, Kembali Penerapan PSBB Ketat Mulai 14 September, Perkantoran Wajib WFH

Hakam tidak menyebutkan berapa orang yang terkonfirmasi positif dari klaster rumah makan.

Namun, dia mengatakan sudah melakukan swab terhadap 20-25 kontak erat dan keluarga yang bersangkutan.

Sementara data dalam laman instagram Dinkes Kota Semarang per Kamis (10/9/2020) pukul 16.00, jumlah kasus Covid-19 di Kelurahan Krobokan terdapat 20 orang.

"Awalnya kami lakukan 20-25 orang. Dari situ awal ketemu lima, terus berkembang."

"Sekarang sudah ada yang konversi (negatif)," jelasnya.

Untuk tracking terhadap pembeli, Hakam mengimbau kepada masyarakat yang berkunjung ke rumah makan tersebut dalam dua minggu terakhir dan mengalami gejala untuk datang ke puskesmas terdekat agar dilakukan pemeriksaan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved