WIKI BELITUNG

Potensi Wisata Sijuk Belitung dari Pesona Alam Hingga Nilai Historis

Sebagai destinasi wisata, Desa Sijuk di Kecamatan Sijuk memiliki keindahan alam di beberapa titik menarik seperti hutan bakau.

Tayang:
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Berpose dengan latar belakang Jeramba Sijuk 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Sebagai destinasi wisata, Desa Sijuk di Kecamatan Sijuk memiliki keindahan alam di beberapa titik menarik seperti hutan bakau yang disebut Mangrove Kuale.

Juga ada bermacam tempat historikal seperti kelenteng, masjid tua, juga rumah-rumah tradisional yang bisa dikembangkan. Begitu kata Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, Minggu (25/10/2020).

"Ini kan dekat dengan hotel, jadi harus dilengkapi dengan kuliner yang enak, pelayanan yang bagus, dan fasilitas memadai," ungkap Isyak.

Dia menilai fasilitas yang ada perlu dikembangkan seperti warung makan yang higienis, sanitasi baik, dan makanannya enak. Semua proses pengembangan pun harus memiliki keterlibatan masyarakat sekitarnya kuat.

"Juga ada tiang-tiang dermaga yang tidak terpakai lagi, itu bisa dijadikan warung makan terapung, tanpa mengganggu aktivitas lainnya," saran Isyak.

Isyak menyebut pihaknya sudah meminta perangkat desa bersurat dengan kementerian agar nantinya ketika sudah dijawab barulah konsep pengembangan wisata di desa itu dikerjakan.

Potensi lain yang bisa digarap, kata dia, yakni membangun rumah adat, menyediakan penyewaan sepeda, sehingga wisatawan bisa touring ke tempat-tempat yang historikal.

Kemudian rumah-rumah tradisional juga diharapkan bisa menampilkan atraksi yang beragam. Misalnya satu rumah mengajarkan orang menganyam tikar agar hasilnya bisa dibawa pulang.

Rumah kedua mengajarkan membuat terasi, lalu rumah lainnya menjual makan bedulang.

"Jadi 10 rumah ada 10 atraksi dan ada 10 pengalaman berbeda. Orang akan ke sini akhirnya, ini cara kita yang baru dan harus terus didorong," kata Isyak.

Selanjutnya dalam prosesnya itu, ia menuturkan, tugas pemerintah itu menstimulasi, membuka akses, kemudian memfasilitasi.

Menstimulasi itu merangsang supaya masyarakat melihat dan mau melakukan apa yang diharapkan. Kemudian juga melakukan upaya mendorong masyarakat untuk berinisiatif, kemudian masyarakat berinovasi. 

Peluang-peluang ini harus ditangkap kelompok masyarakat bersama perangkat desa dan jajaran.

"Kalau mereka bisa menangkap ini sebagai destinasi baru, kami siapkan fasilitasnya. Kami tugasnya memfasilitasi, menghubungkan mereka dengan kementerian terkait agar ini bisa dibangun lebih layak," kata Isyak.

Pada 2020 ini pariwisata memang menurun akibat pandemi Covid-19. Menurut dia, kalau kementerian mengatakan Belitung Reborn atau berarti Belitung yang melambung kembali ke udara lebih tinggi, maka momen pandemi harus dimanfaatkan untuk membenahi destinasi, menguatkan mental masyarakat, dan menggali destinasi baru.

Sekarang untuk mempertahankan perekonomian agar tidak drop adalah bagaimana masyarakat Belitung menjadi wisatawan.

"Kan orang Belitung Timur butuh hiburan tapi tidak bisa keluar, lalu kemana, suruh ke sini. Orang sini ke Belitung Timur, jadi uangnya muter di Pulau Belitung. Sampai nanti kondisi wisata sudah membaik, destinasi yang kita siapkan layak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara," saran Isyak.

Susur sungai Sijuk sembari melihat Jeramba Sijuk yang telah dicat berwarna pelangi, Jumat (23/10/2020)
Susur sungai Sijuk sembari melihat Jeramba Sijuk yang telah dicat berwarna pelangi, Jumat (23/10/2020) (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sempat Terhenti, Garap Kembali Mangrove Kuale

Bagi yang ingin menjajaki objek wisata magrove bisa datang ke Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

Di desa tersebut ada objek wisata yang disebut Mangrove Kuale.

Wisata alam hutan bakau ini memiliki luas sekitar 60,2 hektare ini berjarak 27 kilometer dari pusat kota Tanjungpandan.

Objek wisata ini menawarkan daya tarik wisata yang khas, sayangnya pengelolaan objek itu sempat terhenti.

Namun kini, kelompok sadar wisata atau Pokdarwis Mangrove Kuale kini mulai fokus mengembangkan kembali kawasan yang termasuk geosite itu.

Sempat tak terurus sekitar setahun ini, Ketua Pokdarwis Mangrove Kuale Sutami Sani menyebut pihaknya sebulan ini mulai serius menggarap kembali kawasan itu.

Setiap Sabtu, para anggota kelompok rutin berkumpul kerja bakti hingga bertukar pikiran pengembangan destinasi hingga pengemasan model paket wisata yang akan ditawarkan.

"Rencananya ada beberapa trip mangrove yang akan diperbaiki. Mudah-mudahan ke depan 1 Januari 2021 di launching, dengan adanya aktivitas seperti itu ke depan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat," ungkap Sutami kepada Posbelitung.co, Minggu (25/10/2020).

Rencana pengembangan objek wisata seperti perbaikan jembatan penghubung, penyediaan spot foto unik yang mencirikan kekhasan Desa Sijuk, adanya warung kuale dan shelter utama, penambahan listrik, dan juga ada tempat bersantai atau dalam bahasa lokal dikenal dengan istilah beransai.

Mangrove Kuale juga bakal dikemas dengan menghadirkan atraksi wisata seperti susur sungai, mencari kerang timong, mancing di kawasan hutan bakau, hingga rencana kegiatan pasar apung ala Kuale Sijuk.

"Ada event yang kami garap yakni Berua Berage Seribu Dulang puncaknya, semua komunitas swadaya masyarakat mulai dari pertanian maupun perikanan bisa berkumpul dan menjadikan kegiatan itu sebagai even rutin," jelas Sutami.

Selanjutnya dalam proses pengembangan, yang kini paling dibutuhkan, kata dia, yakni pengembangan sumber daya manusia. Juga pengetahuan dalam pemasaran objek wisata.

"Awal dari kelompok swadaya untuk meningkatkan daya tarik ke Sijuk, adanya proses pemeliharaan mangrove sebagai kawasan destinasi wisata baru. Insya Allah mudah-mudahan ke depan ada aktivitas rutin di Mangrove Kuale ini," kata Sutami.

Fokus kegiatan pengembangan objek Mangrove Kuale menurut Kepala Desa Sijuk Nasri memang akan digalakkan bersama dengan kelompok. Memang memerlukan waktu gar bangkit kembali termasuk persiapan anggaran, namun langkah pengembangan wisata telah banyak direncanakan.

"Seperti samping jeramba (jembatan) akan dimanfaatkan untuk tempat jual kuliner. Itu akan mulai digarap setelah ini (setelah Festival Jeramba Sijuk)," ucapnya.

Desa tersebut juga memiliki potensi wisata lain seperti geosite batu besi di Siantu hingga pantai.

( Posbelitung.co / Adelina Nurmalitasari )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved