Breaking News:

Berita Belitung Timur

Barang Koleksi Galeri Maritim Belitung Timur Miliki Sejarah Tinggi

Barang koleksi Galeri Maritim Belitung itu didominasi oleh keramik dan ada pula perau tradisional tipe lesung.

Penulis: Suharli | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Posbelitung.co/Suharli
Profesor arkeologi, Nanik Harkanti Ningsih dari pusat penelitian Arkeolog Nasional (Arkenas) saat berada di galeri Maritim Belitung Timur. Jumat (6/11/2020) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Profesor arkeologi, Nanik Harkanti Ningsih dari pusat penelitian Arkeolog Nasional (Arkenas) mengatakan barang koleksi di Galeri Maritim Belitung Timur memiliki nilai sejarah cukup tinggi karena berasal dari Abad 10 sampai Abad 13.

Barang koleksi Galeri Maritim Belitung itu didominasi oleh keramik dan ada pula perau tradisional tipe lesung.

"Ini semua bersejarah, barang-barang ini semua diangkat dari laut. Dari laut berati barang ini akan didistribusikan dari pabriknya yang berasal dari china. Di china sendiri masing-masing punya pabrik saat itu, nah karena barang-barang ini ditemukan dilaut karena judulnya kemaritiman nilai sejarah cukup tinggi karena berasal dari abad 10 sampai abad 13," ujar Nanik kepada posbelitung.co, Jumat (6/11/2020)

Menurutnya yang membuat barang-barang di Galeri Maritim Belitung Timur semakin tinggi karena pada barang-barang ini masih tampak kerang-kerang yang menandakan barang itu orginal ditemukan dari laut.

Menurutnya itu bukti konteksnya berasal dari laut. Bahwa itu dari negara asal (china) akan di distribusikan ke Nusantara, atau hanya singgah ke nustara saja.

"Karena Belitung Timur ini pas di lokasi pelayaran dan perdagangan global, oleh karena itu di Wilayah Belitung Timur ini banyak ditemukan kapal-kapal yang tenggelam," ujarnya.

Dia menjelaskan dari bukti kapal tenggelam itu bisa diketahui hubungannya Belitung Timur dengan Jalur rempah.

"Kami saat ini baru mau merunut kembali jalur rempah. Jadi kan ada Jalur sutra. Jalur sutra itu dari China keluar China, ternyata tidak hanya jalur sutra saja, ada jalur rempah juga," ujarnya.

Menurutnya pada waktu pedagang dari China datang, memang disebut jalur sutra karena membawa keramik dan sutra, tapi waktu kembali mereka membawa kemiri, pipisan dan sebagainya atau rempah-rempah sehinga disebut jalur rempah

"Jadi mereka balik ke negaranya tidak kosong tetapi membawa barang-barang niaga dari Nusantara. Nah ini yang ingin kami hidupkan tidak hanya jalur sutra saja tetapi jalur rempah beperan sekali bagi Nusantara,"bebernya.

(Posbelitung.co/Suharli)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved