Kisah Penyintas Covid-19 di Beltim, Setel Doa Kesembuhan Bermimpi Dirawat Dua Dokter

Oscar Habib menceritakan hari demi hari ketika terkonfirmasi positif covid-19. Oscar mengaku pada beberapa hari sebelum ia dinyatakan positif

Penulis: Bryan Bimantoro |
KOMPAS.COM
Ilustrasi - 50 Gambar Ilustrasi Virus Corona, Cocok Sebagai Media Edukasi Bagi Masyarakat 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Tanggal 11 November 2020 menjadi hari paling diingat sekaligus menyedihkan bagi lelaki 25 tahun berpostur tegap ini. Lelaki bernama Oscar Habib pada hari itu divonis terkonfirmasi positif covid-19.

Kepada posbelitung.co, Senin (30/11/2020), Oscar Habib menceritakan hari demi hari ketika terkonfirmasi positif covid-19. Oscar mengaku pada beberapa hari sebelum ia dinyatakan positif ia merasa indera pengecapannya hilang. Ia tak bisa merasakan apa-apa saat makan.

Sejak ia merasakan gejala itu, ditambah karena ia merasa pernah berkontak dengan keluarganya yang juga positif corona, maka ia inisiatif untuk melakukan olahraga secara intensif dan juga meminum multivitamin.

"Saya sudah berpasrah diri jika memang dinyatakan positif. Tapi biarpun pasrah setidaknya saya sudah punya bekal 'pertahanan diri' dari olahraga dan multivitamin," kata Oscar.

Ia menceritakan ada momen di mana ia merasakan gejala yang juga dialami pasien covid lainnya. Pada malam kedua setelah diumumkan terinfeksi virus corona, ia merasakan demam, batuk, dan lemas yang menurutnya sangat parah hingga tak bisa bangkit dari tempat tidurnya.

Awalnya ia ingin menghubungi petugas medis untuk menjemputnya ke rumah sakit. Namun ia berusaha untuk menanganinya sendiri. Ia meminum obat yang disediakan oleh petugas medis, memakan multivitamin, dan berbagai minuman herbal, serta makan walaupun tak berasa. Kemudian terakhir ia memutar Doa Kesembuhan dari segala penyakit di youtube. Video doa berdurasi 48 menit itu membawanya tertidur malam itu dengan gejala tersebut.

"Lalu dalam tidur saya bermimpi ada dua dokter memakai baju putih sedang merawat saya di sebuah ruangan. Ketika bangun pagi alhamdulillah gejala yang dirasakan malam sebelumnya berkurang drastis. Wallahualam, tapi yang pasti saya sangat bersyukur," ujar Oscar yang tinggal di Desa Pembaharuan, Kelapa Kampit ini.

Hari demi hari berlanjut. Gejala yang dirasakan perlahan pulih hanya lemas yang masih ia rasakan. Ia mulai merasa bosan karena ia yang biasanya beraktivitas dengan mobilitas tinggi menjadi hanya berdiam diri di rumah. Lalu ia teringat dengan perkataan kerabatnya yaitu dalam penanganan pasien covid tidak hanya medis, tapi juga psikis.

Ia mulai memaksakan diri dengan keadaan lemas berolahraga sampai keringat merembes dari segala pori-pori tubuhnya. Tak hanya itu, demi meningkatkan imun tubuhnya ia berjemur di bawah matahari pagi. Tak sekadar berjemur, tapi ia juga sambil berkaraoke lagu-lagu kesukaannya. Satu-satunya tujuan ia melakukan itu semua adalah membuat dirinya senang tanpa beban.

"Karena saya percaya ketika diri saya senang, maka virus ini akan segera pergi dari tubuh saya. Jadi saya jauhkan segala hal yang bisa membuat down," ujar lelaki yang berprofesi sebagai pendamping desa ini.

Seminggu kemudian, ia melakukan swab kedua. Namun ia kaget karena hasilnya masih positif, sedangkan keluarganya yang diumumkan bersamaan sudah dinyatakan sembuh. Ia mengaku sempat merasa down saat itu. Namun ada dukungan dari teman-teman yang menguatkannya.

Karena merasa down, ia mencari cara lagi untuk membuat dirinya senang. Dasarnya ia adalah orang yang periang, maka ia menelepon teman dan rekan kerjanya dengan video-call. Ia mengatakan ada momen yang sangat mengharukan sampai ia ingin menangis saat melakukan video call itu.

"Saya menelepon rekan di desa yang sebelumnya setiap hari kami bertemu. Lalu saat telepon saya diangkat, rekan yang semula sendirian memanggil teman-temannya dan berkumpul demi memberi saya semangat. Selain dari keluarga, dukungan dari teman dan rekan kerja sangat berjasa dalam perjalanan saya melawan penyakit ini," kata Oscar dengan mata yang terlihat berkaca-kaca.

Sampai akhirnya pada Minggu (29/11/2020) Oscar sangat bersyukur karena dinyatakan selesai isolasi dan sembuh dari covid-19. Ia mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang sudah memperhatikannya selama sakit, seperti Dinas Kesehatan, Puskesmas Kelapa Kampit, BPBD Beltim, serta teman dan rekan dan pastinya keluarga.

Ia berharap kepada seluruh masyarakat agar jangan anggap sepele virus ini. Oscar bilang jika memang tidak peduli pada diri sendiri maka pedulilah pada keluarga dan orang terdekat. Karena saat sakit, bukan hanya diri sendiri yang sakit, tapi juga keluarga.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved