Peretas Incar Kementerian Keuangan, AS Langsung Ambil Langkah Darurat Setelah Kena Serangan Siber

Pemerintah AS langsung menerapkan langkah darurat setelah mendapat serangan siber. Sejumlah media menyebut si peretas ada kaitannya dengan Rusia.

Editor: M Ismunadi
pixabay
Ilustrasi Hacker 

Peretas Incar Kementerian Keuangan, AS Langsung Ambil Langkah Darurat Setelah Kena Serangan Siber

POSBELITUNG.CO - Pemerintah AS langsung menerapkan langkah darurat setelah mendapat serangan siber, dengan sejumlah media menyebut si peretas ada kaitannya dengan Rusia.

Langkah darurat itu langsung diumumkan oleh Badan Keamanan Infrastruktur dan Keamanan Siber (CISA), dengan media AS menyebut ada dua kementerian yang tekrena.

CISA menyatakan, mereka langsung memerintahkan semua kementerian dan lembaga negara berhenti menggunakan produk SolarWinds Orion IT.

Baca juga: Komplotan Hacker Masih ABG Asal Palembang Jebol Situs KPU Jember, Dua Pelaku Ditangkap Polisi

Baca juga: Harus Punya Kantong Tebal, Biaya Hidup di 3 Daerah Ini Termahal di Indonesia

Pasalnya, peretas yang disebut membobol kementrian AS disebut menggunakan celah pada pembaruan program dan mengakses informasi internal.

"Bobolnya SolarWinds' Orion Network Management Products tak bisa diterima karena menyangkut keamanan jaringan federal," kata Penjabat Direktur CISA, Brandon Wales.

Dia menjelaskan, arahan untuk menghentikan SolarWinds Orion adalah bentuk mitigasi mencegah pembobolan baik di sektor negara maupun swasta.

Sebelumnya, Washington mengakui jaringan komputer mereka terkena serangan siber, dengan CISA menyebut mereka tengah melakukan pengusutan.

"CISA menyediakan bantuan teknis bagi entitas terdampak di tengah upaya mereka mengidentifikasi dan mencegah potensi bobol," jelas juru bicara itu.

Sementara SolarWinds Orion mengakui, peretas memanfaatkan celah dari pembaruan produk mereka yang rilis antara Maret dan Juni.

Baca juga: Biaya Hidup Termahal di DKI Jakarta, Pengeluaran 1 Warga Ibukota = 4 Warga NTT, Ini Penjelasan BPS

Baca juga: Hasil Drawing Liga Champions, Hasil Survei Media Corong Barcelona Justru Jagokan PSG

"Kami diberi tahu serangan ini dilakukan negara asing dan dimaksudkan sebagai eksekusi yang sempit, sangat akurat, dan dilakukan secara manual," kata SolarWinds.

Peretasan itu dilakukan secara luas, di mana perusahaan ternama di bidang keamanan siber, FireEye, dilaporkan juga diserang.

Sistem pertahanan (firewall) disebut sudah dibobol oleh hacker canggih, yang mencuri program untuk mengecek sistem komputer.

FireEye sudah memeringatkan bahwa serangan tersebut diduga dilakukan oleh pemerintah negara lain, dan diprediksi menyasar target lebih tinggi di seluruh dunia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved