Breaking News:

Berita Kriminalitas

Konsumsi Kratom, Satpol PP Serahkan Lima Remaja kepada BNN Kabupaten Belitung

Lima remaja yang diamankan Satpol PP Kabupaten Belitung karena mengkonsumsi kratom, diserahkan kepada BNN Kabupaten Belitung pada Senin (8/2/2021).

Posbelitung.co/Dede Suhendar
Petugas Satpol PP menyerahkan lima remaja kepada BNN Kabupaten Belitung, Senin (8/2/2021) 

POSBELITUNG.CO -- Lima remaja yang diamankan Satpol PP Kabupaten Belitung karena mengkonsumsi kratom, diserahkan kepada BNN Kabupaten Belitung pada Senin (8/2/2021).

Tak hanya kratom, mereka juga diduga pernah menyalahgunakan lem dan obat-obatan lainnya.

Menurut Kepala BNN Kabupaten Belitung Nasrudin dirinya masih menunggu hasil asesmen sebelum memutuskan tindaklanjut terhadap kelima remaja tersebut.

"Nanti jika hasil asesmennya mereka adalah korban atau penyalahguna, kami harapkan rehabilitasi. Jadi rehabilitasi sesuai amanah Undang-Undang Pasal 54,"kata Nasrudin kepada Posbelitung.co.

Ia mengakui berbicara masalah kratom sering menjadi perdebatan di masyarakat terutama aturan yang belum jelas.

Menurutnya kesepakatan ASEAN 2020 kratom haram beredar di kawasan ASEAN sehingga diekspor ke USA.

Namun untuk kebijakan di USA, kratom dilarang, diawasi dan dilegalkan. Peruntukkannya untuk menggantikan metadon dan fentanyl zat yang meredam efek sakaw heroin, kokain dan opiat lainnya.

"Setiap ada penyelundupan kratom di ASEAN kepala BNN mewakili pemerintah Indonesia selalu mendapat teguran. Seolah Indonesia meracuni ASEAN dengan kratom, makanya BNN paling keras bersikap bahwa kratom adalah narkoba," jelasnya.

Densus 88 Tangkap Seorang Pria di Jembatan Emas, Dibawa dengan Helikopter, Ini Kondisi Rumahnya

Warga Matras Geger Mayat Perempuan Terdampar di Pantai Turun Aban, Kenakan Cincin Emas Dijari

Ikan Ini Banyak Diburu, Wow Khasiatnya Luar Biasa, Obat Diabetes Hingga Pria yang Lemah Syahwat

Ia mengakui baru-baru ini kementan memasukkan daftar tanaman untuk obat termasuk ganja dan kratom.

Namun BNN menegur dan menganulir atau merevisi peraturan Kementan tersebut untuk dua komoditi ganja dan kratom sehingga masih tetap dilarang.

Bahkan Keputusan Kantor Staf Presiden, menunda hal tersebut sampai 2024, sambil melakukan riset, mencari solusi alternatif, mempertahankan ekosistem pohon kratom dan melarang budidaya serta penanaman massal untuk produksi masyarakat.

Ia menekankan saat ini kratom dilihat lebih kepada penyalahgunaannya sama halnya seperti ganja yang semula hanya sebagai bumbu penyedap, penghalau hama tanaman tembakau dan kopi dan pengawet makanan sebagaimana tradisi di Aceh.

"Kratom pada awalnya juga dimanfaatkan sebagai minuman penghangat, obat luka dan ramuan tradisional lainnya, namun perkembangan berikutnya terjadi penyalahgunaan dengan mencampur zat lain sehingga banyak kasus kematian atau over dosis. Sehingga di ASEAN, Eropa, di beberapa negara bagian USA dilarang," ungkap Nasrudin.

( Posbelitung.co / Dede Suhendar )

Penulis: Dede Suhendar
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved