Warung Makan di Sleman Ini Jadi Incaran, Jika Dijual Kakek dan Nenek Ini Mendadak Jadi Miliarder

Warung makan itu sekarang diincar perusahaan besar, harganya sekarang bisa tembus Rp 25 miliar.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Switzy Sabandar/KOMPAS.TV
Tanah warung makan Bu Lasiyem seluas 1.000 meter persegi yang berada di Jalan Palagan Desa Sariharjo, Ngaglik, Sleman itu ditaksir senilai Rp 25 miliar. 

POSBELITUNG.CO, SLEMAN - Pemilik warung makan sederhana ini bakal jadi miliarder.

Jika sata pemiliknya mau melepaskan tanah tempat bangunan itu didirikan, puluhan miliar rupiah akan jadi miliknya.

Soalnya, warung tersebut berada di dekat hotel mewah.

Warung makan itu sekarang diincar perusahaan besar, harganya sekarang bisa tembus Rp 25 miliar.

Kisah unik keberadaan warung yang berada di dekat hotel mewah ini terjadi di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Dua Perampok Nasabah Bank Berhasil Dibekuk Polisi, Gondol Ratusan Juta, Buat Judi Online dan Narkoba

Warung makan bernama Bu Lasiyem itu dimiliki oleh pasangan suami istri Tukidi (70) dan Lasiyem (60).

Warung yang berdiri di atas lahan seluas 1.000 meter persegi itu berada di Jalan Palaga, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik.

Lokasi bangunan itu cukup mencolok, bukan karena besarnya melainkan keberadaannya yang seolah-olah menyelip di lahan Hotel Hyatt.

Tukidi bercerita, rumahnya itu dibangun pada 1985. Lahan kosong di sekitarnya digunakan untuk bercocok tanam.

Sejak dibangun hingga sekarang, rumah putih berpadu warna merah muda pada bagian atas itu belum berubah sama sekali dan belum pernah direnovasi.

Bahkan bangunan ini sudah berdiri lebih dulu sebelum Hotel Hyatt dibangun di atas tanah seluas 24 hektare.

Sepintas keberadaan bangunan itu terasa bertolak belakang keberadaan hotel.

Sejak 1992, ia bersama dengan sang istri berjualan makanan. Warung kecilnya itu sudah punya banyak pelanggan.

Chat Mesra Terbongkar, Bibi Ardiansyah Minta Dipijit Mayang Sary saat Vanessa Angel Asik Mandi

Kakek dari empat cucu ini mengungkapkan pada 1990 rumah dan tanahnya itu menjadi incaran perusahaan-perusahaan besar.

Mereka menginginkan tanah Tukidi bisa dijual seperti warga lainnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved