Negara-Negara Ini Telah Hilang dari Peta Dunia, Termasuk Neutral Moresnet dan Abyssinia
Dari waktu ke waktu, peta dunia selalu mengalami perubahan. Dalam kurun waktu 100 tahun, peta dunia telah berubah banyak.
Abyssinia sebenarnya adalah nama panggilan dari bangsa Arab dan Eropa untuk Ethiopia seratus tahun yang lalu.
Selama masa Scramble of Africa atau 'Perebutan Afrika' pada akhir abad ke-19, Italia mencoba untuk merebutnya, tetapi tidak dapat menggulingkan kekaisaran Ethiopia.
Faktanya, negara itu tidak pernah dijajah dan merupakan satu dari sedikit negara merdeka di Afrika sampai orang-orang Italia di bawah Mussolini menguasainya dalam waktu singkat di akhir 1930-an.
Setelah Perang Dunia II, Ethiopia menjadi satu di antara negara pendiri Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sejarah Ethiopia memang kaya.
Hal itu dapat dilihat dari fosil manusia tertua di dunia yang pernah ditemukan, dan ditemukannya buku yang diduga Kitab Suci Tabut Perjanjian (Ark of the Covenant).
5. Ceylon
Pulau besar yang terletak di selatan India ini disebut Sri Lanka.
Namun, sebelum 1972 pulau itu disebut Ceylon.
Ceylon adalah nama yang diberikan oleh orang-orang Eropa ketika pulau itu dijajah berabad-abad sebelumnya.
Ceylon berada di bawah kekuasaan Inggris sampai 1948.
Namun, akhirnya Ceylon menjadi bangsa yang merdeka dan melepaskan nama kolonialnya pada 1972 dan berganti menjadi Sri Lanka.
Setelah mengalami beberapa perang saudara di awal abad 21, kondisi wilayah ini sekarang lebih stabil.
Pada 2011, pemerintah Sri Lanka memutuskan mengubah semua nama lembaga negara yang masih menggunakan nama Ceylon sebagai upaya untuk menghilangkan sisa-sisa kolonialisme. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul : 5 Negara yang Telah Hilang dari Peta Dunia, Pernah Dengar Nama Abyssinia?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/ilustrasi-peta-dunia.jpg)