Breaking News:

Tragedi Berdarah di Koja, 3 Satpol PP Tewas Puluhan Warga Luka, Dipicu Sengketa Lahan Mbah Priok

Pemerintah DKI mengklaim bahwa makam itu berdiri di atas lahan milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II dan dibantah pewaris mbah priok

KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Seorang peziarah keluar dari area makam Habib Hasan Al Haddad atau Mbah Priok yang berada di dekat terminal peti kemas PT Pelindo II, Koja, Jakarta Utara, Senin (8/3/2010). 

Sebanyak 1.750 anggota Satpol PP dari beberapa wilayah, termasuk dari Kepulauan Seribu diterjunkan.

Baru sampai mengeruk bagian depan area makam, sekelompok orang sudah melakukan perlawanan. Sebagian massa mengacung-acungkan celurit dan parang.

Lama-kelamaan, kelompok tersebut mendapat bantuan yang lebih besar dan membentuk massa yang tidak terkendali.

"Bayangkan anggota saya tidak bersenjata, tapi dilawan dengan orang-orang yang mengacungkan samurai dan celurit. Bahkan sudah lempar bom molotov," ujar Hotman.

Satpol PP jadi korban

Ia mengakui anggotanya sempat memberikan perlawanan karena melihat ada anggota Satpol PP bernama Tadjudin sudah putus tangannya tersabet parang.

"Anggota saya melihat Tadjudin tangannya sudah putus saat itu. Sebenarnya saat itu juga dia sudah meninggal.

Kalau sudah begitu, siapa yang enggak panik. Cuma masalah tanah gapura saja sampai seperti itu. Kami sebenarnya tidak menginginkan seperti itu terjadi," ujarnya.

Pada siang hari, massa mulai menguasai akses pintu masuk ke makam, yang merupakan jalan menuju Terminal Petikemas Koja.

Ia dan anak buahnya harus tunggang langang menghindar dari serbuan massa yang mulai membabi buta jika melihat ada anggota Satpol PP di lokasi kejadian.

Halaman
1234
Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved