Berbuka Puasa dengan Minuman Hangat atau Dingin, Mana yang Lebih Baik? Simak Penjelasan Dokter
Setelah menahan lapar dan haus karena berpuasa seharian di bulan Ramadan, berbuka puasa tentulah menjadi momen yang sangat dinantikan.
Ini bisa menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun sehingga mudah terserang penyakit.
Dikutip dari Healthline, mengonsumsi air hangat memiliki segudang manfaat bagi kesehatan.
Beberapa orang mengklaim bahwa air hangat secara khusus dapat membantu memperbaiki pencernaan, melegakan hidung tersumbat, dan bahkan meningkatkan relaksasi, dibandingkan dengan minum air dingin.
Berdasarkan penelitian pada tahun 2008, minuman hangat seperti teh, memberikan kelegaan yang cepat dan bertahan lama dari pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan kelelahan.
Minuman hangat lebih efektif dibandingkan minuman yang sama pada suhu kamar.
Selain itu, minuman hangat bisa melancarkan pencernaan karena dapat melarutkan dan menghilangkan makanan yang telah kamu makan yang mungkin sulit dicerna oleh tubuh.
Air hangat juga bisa membantu melancarkan pencernaan seseorang setelah operasi.
Penelitian pada tahun 2009 menunjukkan bahwa air hangat bisa meningkatkan aktivitas sistem saraf pusat, serta suasana hati.
Penelitian ini menunjukkan bahwa minum air hangat bisa meningkatkan aktivitas otak partisipan selama aktivitas yang menuntut
Selain itu juga mengurangi kecemasan para responden.
Minum air hangat juga bisa melancarkan aliran darah. (*)
Artikel ini telah tayang di nakita.grid.id dengan judul : Mana yang Lebih Baik, Buka Puasa dengan Air Hangat atau Air Dingin? Begini Penjelasan Dokter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/ilustrasi-minuman-dingin.jpg)