Breaking News:

Berita Belitung Timur

Dukun Punya Peran Tentukan Batas Wilayah, Wabup Khairil : Junjung Tinggi Kearifan Lokal  

Puluhan "orang pintar' atau dukun dan pemuka masyarakat mengikuti Rapat Inventarisasi Awal Penetapan Batas Desa Antar Kecamatan

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Wabup Khairil pimpin Rapat Inventarisasi Awal Penetapan Batas Desa Antar Kecamatan di Kabupaten Belitung Timur, Rabu (5/5/2021) di Ruang Satu Hati Bangun Negeri Kantor Bupati Beltim. (Ist/Diskominfo Beltim) 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG - Puluhan "orang pintar' atau dukun dan pemuka masyarakat mengikuti Rapat Inventarisasi Awal Penetapan Batas Desa Antar Kecamatan di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Rabu (5/5/2021). Rapat digelar di Ruang Satu Hati Bangun Negeri Kantor Bupati Belitung Timur. Mereka berkumpul untuk urun rembuk dalam menentukan batas wilayah desa dan kecamatan di Belitung Timur.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Kerjasama Sekretariat Daerah Belitung Timur, Fitri Zakiah mengatakan satu unsur strategis dalam penyelesaian masalah batas wilayah ialah dukun atau tokoh adat setempat. Menurut Fitri, dukun mempunyai peran signifikan sebagai produsen data dan informasi batas alam atau yang lebih dikenal dengan batas pedukunan.

“Penghimpunan terhadap data batas alam inilah nantinya yang akan menjadi referensi dalam penegasan batas di lapangan, setelah dilakukan penetapan batas secara kartometrik pada tahapan penetapan batas desa,” kata Fitri seperti dalam rilis Diskominfo Beltim yang diterima Posbelitung.co.

Fitri bilang dalam kesempatan rapat tersebut terdapat 33 segmen batas antar kecamatan yang harus difasilitasi dan diselesaikan. Jika masih terdapat perbedaan indikasi batas bisa berpotensi menimbulkan gesekan dalam masyarakat.

“Prinsipnya, dukun kampong merupakan mitra strategis pemerintah daerah dan batas alam merupakan referensi batas administratif sehingga saling memperkuat dan melengkapi,” kata Fitri.

Ditemui di tempat yang sama, Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar mengatakan penetapan batas ini menjadi dasar untuk menata sistem pemerintahan di Belitung Timur. Dengan adanya kegiatan ini upaya penataan pembangunan akan lebih mudah.

“Ini penting sekali. Batas antar desa kita sudah ada, antar Kecamatan sudah ada, tinggal berapa lagi sih ruang lingkup yang perlu kita bangun, apa yang akan kita bangun, semuanya akan jadi lebih jelas,” kata Wabup Khairil.

Wabup menyatakan untuk batas antara desa dengan desa di dalam satu kecamatan semua sudah jelas. Tinggal menyamakan persepsi dan memusyawarahkan batas antar desa dengan desa di kecamatan berbeda atau batas antar kecamatan.

“Batas desa dalam kecamatan itu sudah fix semua bahkan sudah ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati. Yang belum itu batas desa antar desa di kecamatan yang berbeda, misalnya antara Desa Lilangan Kecamatan Gantung dengan Desa Simpang Pesak Kecamatan Simpang Pesak,” kata Wabup Khairil.

Mantan Camat Gantung itu mengakui jika dibiarkan berlarut-larut penetapan batas antar kecamatan bisa berpotensi menimbulkan konflik. Namun, menurut pengalamannya kalau pun ada kemungkinan sangat kecil dan masih dalam batas kewajaran.

“Kalau tidak diprovokasi tidak jadi konflik. Kalau selama ini ada riak-riak kecil terkait batas wilayah itu hal biasa, makanya kita junjung tinggi musyawarah untuk mufakat itu,” ujar Khairil.

Dia berharap segala permasalahan terkait masalah administratif wilayah bisa terselesaikan. Apalagi dengan melibatkan dukun kampong dan menjunjung kearifan lokal semuanya akan berjalan lancar.    

“InsyaAllah mudah-mudahan semuanya akan selesai. Tinggal niat baik saja sebetulnya, karena sesuatunya hanya membatasi wilayah administratif untuk pembangunan pemerintahan kemasyarakatan lainnya, itu saja,” harapnya. (Posbelitung.co/Rilis/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved