​Targetkan Swasembada, Kelompok Bina Usaha Warga Desa Gantung Kembangkan Sapi Bali dan Madura

Kelompok ini mengelola dua kandang ternak. Selain 30 ekor kambing Jawarandu, kandang lainnya berisi sapi Bali dan sapi Madura yang terlihat terawat

Tayang:
Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha
POTENSI - Deretan sapi tampak sehat di dalam kandang milik kelompok Bina Usaha Warga di Dusun Rasau, Desa Gantung, Selasa (14/4/2026) yang dikelola oleh sang ketua, Edy Supryanto. Selain mengelola penggemukan kambing kurban, kelompok ini juga fokus mengembangkan budidaya sapi dengan memanfaatkan ketersediaan rumput yang melimpah di wilayah Gantung guna mewujudkan kemandirian ternak di tingkat desa. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kubangan air di sepanjang jalan tanah Dusun Rasau, Desa Gantung, Selasa (14/4/2026). Di lokasi yang jauh dari pusat kecamatan, sebuah kelompok bernama Bina Usaha Warga tengah melakukan swasembada ternak.

Di bawah kepemimpinan Edy Supryanto, kelompok ini mengelola dua kandang ternak. Selain 30 ekor kambing Jawarandu, kandang lainnya berisi sapi Bali dan sapi Madura yang terlihat sangat terawat.

Edy mengisahkan bagaimana perjuangan mereka menghadapi serangan anjing-anjing liar yang kerap memangsa anak sapi yang baru lahir, terutama peranakan sapi Bali bantuan tahun 2023 lalu.

"Yang di satu kelompok ini kita ada sapi Pak, sapi Bali, bantuan tahun 2023. Alhamdulillah sudah berkembang biak, cuma memang tidak maksimal karena ujian pertama itu banyak diserang anjing liar untuk anak-anaknya," ujarnya.

Meski sempat mengalami kegagalan, semangat Edy tidak lantas padam. Berkat ketekunan mereka, populasi sapi di kandang mereka pun mulai merangkak naik.

"Alhamdulillah ini yang lahir kedua ini sudah 5 ekor. Kita jaga benar-benar supaya tidak kejadian lagi seperti yang kemarin," ucap Edy.

Kepercayaan diri Edy didorong oleh potensi alam Belitung Timur yang menurutnya sangat ramah bagi peternak. Satu di antaranya adalah ketersediaan rumput di wilayah Gantung yang masih sangat melimpah dan belum menjadi rebutan antar peternak.

"Saya rasa untuk ternak kambing ini sangat positif karena rumput di sini kan masih banyak. Masih banyak dan enggak berebut intinya begitu," ungkap Edy.

Edy menjelaskan keberhasilan peternakan bukan hanya soal jumlah, tapi soal ketekunan menghadapi berbagai tantangan. Ia sangat bersyukur sejauh ini pendampingan dari Dinas Pertanian dan Pangan Beltim dirasakan sangat membantu para peternak seperti mereka.

Edy mengatakan peternakan ini adalah wujud kemandirian warga desa. Terdapat harapan besar dari Edy bahwa suatu saat Dusun Rasau akan dikenal sebagai lumbung ternak di Belitung Timur.

"Harapannya kedepan ya itu tadi, peternak sehat, hewan bebas penyakit, dan pendampingan dinas terus berjalan. Itu saja yang kami butuhkan sebagai warga desa yang ingin mandiri lewat ternak," tutupnya.

(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved