Breaking News:

Berita Belitung

Lengkapi Kajian Historis Hanandjoeddin Jadi Pahlawan Nasional, Danlanud ASH Berikan Dukungan Penuh

Kajian historis tentang H AS Hanandjoeddin akan segera dilengkapi untuk memenuhi syarat sebagai calon Pahlawan Nasional.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: nurhayati
Dok/Lanud H AS Hanandjoeddin
Danlanud H AS Hanandjoeddin Letkol Nav Rudy Haryono bersama rombongan berfoto usai rapat pengusulan H AS Hanandjoeddin sebagai pahlawan Nasional, Senin (21/6/2021). 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Kajian historis tentang H AS Hanandjoeddin akan segera dilengkapi untuk memenuhi syarat sebagai calon Pahlawan Nasional.

Hal ini diungkap dalam pertemuan yang dilaksanakan di ruang rapat Pangkalan Udara H AS. Hanandjoeddin (ASH), Senin (21/6/2021) sore.

“Kami akan memberikan dukungan penuh dan sebisa mungkin membantu untuk memenuhi data-data terkait sejarah H.AS Hanandjoeddin, agar penganugrahan gelar Pahlawan Nasional dari Belitung bisa segera tercapai," kata Danlanud ASH Letkol Nav Rudy Hartono di hadapan peserta rapat.

Hadir dalam rapat tersebut Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Belitung Timur Jafri beserta para anggota, tokoh masyarakat, Ketua Dinas Sosial Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur, penulis buku Sang Elang Haril Andersen, Abu Bakar alias Bakak dan perwakilan keluarga H AS Hanandjoeddin.

Sebelum usulan calon Pahlawan Nasional dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atas nama H AS Hanandjoeddin dinyatakan ditunda.

Penundaan ini disampaikan oleh  Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Tingkat Pusat (TP2GP) dengan tiga alasan.

Ketiga asalan itu yakni perlu adanya data tambahan mengenai perjuangan beliau khususnya ketika di Angkatan Udara dan ketika bergerilya di sepanjang daerah Jawa Timur.

Perlu adanya data tambahan mengenai uraian perjuangannya dan peran beliau ketika menjabat sebagai Bupati Belitung. Dan paparan dokumen dan buku biografi, meskipun punya kontribusi besar selama kemerdekaan sebagai teknisi pesawat, namun belum tergambar peran beliau pada masa kemerderkaan.

“Maka itu dibutuhkan tim kajian historis untuk melengkapi data-data, dan kami sepakat Belitung dan Beltim akan berbagi peran, untuk anggaran kajian historis akan dibiayai oleh Belitung Timur,” ungkap Jafri.

Sementara Haril Andersen menegaskan kembali bahwa usulan H AS Hanandjoeddin sebagai calon Pahlawan Nasional tidak pernah ditolak, tapi ditunda. Artinya usulan itu tidak perlu disampaikan ulang, melainkan hanya tinggal melengkapi data yang diminta oleh TP2GP.

“Pengusulan harus dilakukan pada bulan April 2022, dan Alhamdulillah data-data yang dibutuhkan untuk kajian historis sebagian besar sudah terkumpul,” ungkap Haril.

Sejumlah tokoh masyarakat juga ikut membentuk Tim Penguat Pencalonan H.AS Hanandjoeddin Sebagai Pahlawan Nasional. Beberapa yang hadi dalam rapat di Lanud ASH yakni A.Rani Rasyid, Baka’, dan Ruspandi. (Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved