Eksklusif Transaksi Aset Lesu

Jual Aset Tanah atau Rumah Sepi Pembeli, Transaksi Properti Pun Lesu Terdampak Covid-19

Kondisi pandemi Covid-19 sudah masuk tahun kedua. Dampaknya melanda ke semua sektor utamanya perekonomian. Termasuk mereka yang terpaksa melego aset.

POS BELITUNG/JARIYANTO
Pengendara melintas di depan spanduk bertuliskan "Dijual Rumah dan Tanah" di ruas Jalan Tanjungpandan-Kelapakampit, tepatnya daerah Kepayang, Desa Buluhtumbang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

Jual Aset Tanah atau Rumah Sepi Pembeli, Transaksi Properti Pun Lesu Terdampak Covid-19

POSBELITUNG.CO - Melintasi Jalan Jenderal Sudirman mulai dari traffict light Simpang Membalong hingga daerah Kepayang, Desa Buluhtumbang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, di sejumlah titik dijumpai spanduk bertuliskan tanah maupun rumah dijual. Dari pantauan tidak kurang dari lima lokasi.

Tulisan tentang informasi penjualan aset tersebut beberapa di antaranya sudah tampak luntur alias usang. Bahkan ada yang roboh karena saking lamanya tak kunjung laku.

Tidak hanya di ruas jalan protokol. Masih banyak informasi serupa di tempat-tempat lainnya. Begitu juga di lini masa jejaring sosial Facebook dalam forum jual beli.

Kondisi pandemi Covid-19 sudah masuk tahun kedua. Dampaknya melanda ke semua sektor utamanya perekonomian.

Termasuk mereka yang terpaksa melego aset. Namun di sisi lain calon pembeli juga sepi.

Weidy (61) satu di antaranya. Warga Pangkalallang, Tanjungpandan ini sudah setahun lebih memasang spanduk jual lahan yang berlokasi di tepi jalan Tanjungpandan-Pegantungan. Tepatnya beberapa meter setelah simpang Desa Juru Seberang. Tanah seluas 2.000 meter persegi lebih tersebut dibanderol Rp800 juta.

"Sudah ada yang telepon-telepon tanya tentang tanah itu. Tapi baru sebatas cari informasi saja," ucap Wei baru-baru ini.

Menurutnya, harga penawaran mempertimbangkan berbagai hal. Seperti letak strategis atau tidak, kondisi area hingga luasan. Demikian juga dari segi pembeli.

Mereka mencari sesuai kebutuhan serta pemanfaatannya. Bila memang serius atau berminat tentu bisa bernegosiasi.

"Namanya jual beli tanah atau rumah itu jodoh-jodohan. Memang sejauh ini belum ada yang menawar, mungkin harga tinggi itu bisa juga. Terlebih lagi kondisi Covid-19 sekarang ini, semua serba sulit," ujar Wei.

Kakek satu cucu ini menambahkan, selain lahan di Juru Seberang, ia juga berniat melepas aset di Pilang, Desa Dukong, Tanjungpandan, tepatnya dekat Permandian Kenangan Indah.

Meski demikian, ia tidak memasang spanduk pada tanah beserta rumah yang akan dilego tersebut.

"Kalau ada yang tanya atau cari-cari saja saya tawari. Termasuk saat tanya tanah di Juru Seberang itu, saya kasih tahu juga di Pilang, harganya buka Rp350 juta. Ukuran tanah sekitar 15x50 meter. Rumahnya 6x9 meter, sudah permanen," katanya.

Hal yang sama juga dirasakan Teti pemilik rumah yang akan menjual asetnya di Desa Buluhtumbang.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved