Kapal Perang Inggris Dibom Kapal Rusia saat Berpapasan di Laut Hitam

ggris melintasi Laut Hitam. Tiba-tiba kapal perang Inggris diserang kapal Angkatan Laut Rusia menggunakan bom dan  tembakan di Laut Hitam.

Editor: Fitriadi
Woody PASCHALL / US NAVY / AFP
Foto ilustrasi kapal perang USS Preble menembakkan rudal Tomahawk dalam sebuah latihan di perairan California pada 29 September 2010.(Woody PASCHALL / US NAVY / AFP ) 

POSBELITUNG.CO - Ketegangan terjadi antara Angkatan Laut Inggris dan Rusia.

Peristiwa bermula ketika kapal perang Angkatan Laut Inggris melintasi Laut Hitam.

Tiba-tiba kapal perang tersebut diserang kapal Angkatan Laut Rusia menggunakan bom dan  tembakan.

Penyerangan terjadi saat kapal perang Rusia berpapasan dengan kapal perang Inggris di kawasan Laut Hitam, Rabu (23/6/2021).

Kapal perusak HMS Defender milik Ratu Elizabeth bahkan dihadang pesawat jet tempur.

Tak sampai di situ saja, bantahan keras pun diungkapkan oleh Kementerian Pertahanan Inggris atas insiden penembakan tersebut.

Menurut London, HMS Defender kala itu hanya melewati perairan Ukraina bukan Rusia.

Ketegangan negara-negara di bawah naungan NATO dengan Rusia pun makin meruncing setelah insiden penembakan dan penjatuhan bom di dekat kapal perang Inggris ini.

Menteri Pertahanan Ben Wallace mengatakan, kapal perusak yang diluncurkan pada 2009 itu berlayar dari Odesa.

"Pagi ini, HMS Defender berlayar dari Odesa menunju Georgia melewati Laut Hitam," kata Wallace dilansir The Sun Rabu (23/6/2021).

Menurut Wallace, kapal perang kelas Daring ini melintasi perairan dekat Crimea yang masih terhitung kawasan internasional.

"Di tengah pelayaran rutinitas, perjalanan kapal kami dibuntuti Rusia, dan diberi tahu mengenai latihan yang dilakukan lawan.

Namun demikian berbeda dengan penuturan beberapa media di Rusia yang memberikan versi lebih dramatis mengenai kejadian di dekat Crimea.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, berdasarkan laporan yang diterima, kapal Type-45 ini melintas di wilayah mereka yakni di Cape Fiolent.

Hal itupun memicu kemarahan Rusia hingga memerintahkan Angkatan Laut merekan untuk memberi peringatan keras dengan menjatuhkan bom serta tembakan peringatan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved