Pak Polisi Ini Tiduri dan Bunuh Gadis Belia hingga Ancam Istri Sendiri di Rumah
Aipda Roni yang saat itu bertugas piket jaga tahanan, minta nomor telepon RP. Alasannya agar bisa membantu korban mencari barang titipan yang dimaksud
Sontak korban RP menolak dan mencoba berontak.
AC yang duduk di jok tengah sempat membentak Aipda Roni karena menyaksikan pelecehan itu.
Gadis kecil itu justru dipukul bagian lehernya hingga kepalanya terbentur kursi tengah.
Dianggap kedua gadis ini makin berani, Aipda Roni memborgol tangan RP dan AC.
Terdakwa juga membekap mulut korban agar tak berteriak selama perjalanan.
“Lalu menggunakan borgol terdakwa memukul dahi sekitar pelipis korban RP dan memborgol tangan kirinya."
"Terdakwa menarik secara paksa tangan kanan korban AC kemudian menyatukan kedua tangan korban,” ucap Jaksa.
Mengutip Tribun Medan, kedua korban kemudian dibawa ke sebuah penginapan di daerah Padang Bulan.
"Ternyata dia membawa ke salah satu penginapan yang ada di daerah Padang Bulan," ungkap Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara, AKBP MP Nainggolan, Jumat (26/2/2021).
Di penginapan tersebut, Aipda Roni mencoba merudapaksa RP.
Namun, terdakwa kesal karena RP sedang datang bulan.
Rupanya keberingasan terdakwa untuk melakukan perbuatan bejatnya, Aipda Roni justru merudapaksa AC.
Setelah itu kedua hadis ini dibawa pulang ke rumah Aipda Roni di kawasan Rengah Pulau.
Di tengah perjalanan, terdakwa Roni menghubungi istrinya agar dibukakan pintu pagar.
Begitu tahu suaminya membawa dua gadis sambil diborgol dan dibekap, istri Aipda Roni sempat bertanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/ilustrasi-mayatyyt.jpg)