Pak Polisi Ini Tiduri dan Bunuh Gadis Belia hingga Ancam Istri Sendiri di Rumah
Aipda Roni yang saat itu bertugas piket jaga tahanan, minta nomor telepon RP. Alasannya agar bisa membantu korban mencari barang titipan yang dimaksud
Namun, Aipda Roni mengancam akan membunuh istrinya jika banyak tanya.
Dilansir Tribun Medan, usai menyekap kedua korban di kamar belakang, Aipda Roni kembali ke Polres Pelabuhan Belawan untuk piket.
Sepulang dari piket, Minggu (21/2/2021) pagi, ia mendapati RP dan AC dalam kondisi lemas.
Karena kondisi kedua korban tak kunjung pulih, Aipda Roni memutuskan menghabisi nyawa mereka dengan cara membekap.
Istri Aipda Roni yang menyaksikan pembunuhan itu tak bisa berbuat apa-apa karena diancam akan dibunuh.
Setelah memastikan RP dan AC tewas, Aipda Roni membuang jenazah kedua korban di tempat berbeda.
Korban RP dibuang di Kabupaten Sergai ditemukan, Senin (22/2/2021) pukul 01.50 WIB.
Sementara AC yang dibuang di Kecamatan Medan, Kota Medan ditemukan, Senin (22/2/2021) pagi.
Aipda Roni Sering Bermasalah
Aipda Roni Syahputra (45) baru bertugas di Polres Pelabuhan Belawan selama dua tahun.
Mengutip Tribun Medan, ia sempat bertugas di satuan Polres Toba dan Polsek Balige.
Seorang sumber di kepolisian mengatakan Aipda Roni dikenal sebagai sosok yang sering bermasalah.
Sumber tersebut diketahui merupakan rekan kerja Aipda Ron selama empat tahun di Polres Toba dan Polsek Balige.
"Sering bermasalah juga selama di Toba," katanya, Kamis (25/2/2021).
"Sering tidak masuk, sekali masuk udah dihukum," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/ilustrasi-mayatyyt.jpg)