Dulu Terparah Kini Bebas Masker, Lihat Cara Italia Tangani Covid-19

Penjelasan lain paling masuk akal adalah kombinasi pengujian dan pelacakan yang efisien, serta lockdown lama.

Editor: Kamri
AP PHOTO/ALESSANDRA TARANTINO
Pengunjung berdatangan ke taman hiburan Cinecitta World di pinggiran Roma, ibu kota Italia, pada hari pembukaannya kembali, Kamis (17/6/2021). Cinecitta World tutup sejak 25 Oktober 2020 saat Italia lockdown untuk kedua kalinya. 

5. Nyawa orang lebih penting daripada ekonomi

Tidak diragukan lagi bahwa lockdown merugikan Italia secara ekonomi.

Selama tiga bulan, bisnis dan restoran harus tutup, pergerakan masyarakat juga sangat dibatasi. Bahkan perjalan antarwilayah, antarkota, dan tempat wisata dihentikan.

Italia waktu itu diperkirakan akan kehilangan sekitar 10 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) 2020. Namun para pejabat Italia lebih mengutamakan nyawa orang dibandingkan perekonomian.

"Kesehatan orang-orang Italia datang dan akan selalu menjadi yang utama," kata Conte saat itu.

Strategi lockdown total memang sempat dianggap berlebihan oleh para kritikus karena melumpuhkan roda ekonomi.

Namun akhirnya terbukti cara itu lebih baik daripada menggerakkan kembali perekonomian saat virus corona masih menyebar luas, seperti yang terjadi di Amerika Serikat, Brasil, dan Meksiko.

6. Gencarkan vaksinasi

Sepertiga penduduk Italia di atas usia 12 tahun telah divaksinasi sampai Minggu (27/6/2021), atau tepatnya 17.572.505 orang, menurut data Pemerintah "Negeri Pizza".

Italia juga berencana memberikan semua warganya vaksinasi gratis untuk melawan virus corona, yang dimulai dari dokter dan penghuni panti jompo, setelah vaksinnya disetujui.

Menteri Kesehatan Roberto Speranza mengatakan, Italia telah menandatangani kontrak untuk vaksin dari AstraZeneca, Johnson & Johnson, Sanofi, Pfizer, CureVac, dan Moderna. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dulu Terparah Kini Bebas Masker, Lihat Cara Italia Tangani Covid-19",

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved