Rencana Pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam Ditunda, Ini Kata Molen
Pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam Pangkalpinang terancam dibatalkan oleh Kementerian Perhubungan. Penyebabnya karena tidak cukup anggaran.
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fitriadi
"Terlebih ketika kondisi air laut surut, kapal akan sulit bersandar dan harus menunggu kondisi air laut pasang. Makanya kami berupaya untuk pengembangan pelabuhan baru ini, langsung ke laut lepas, tidak lagi menunggu pasang surut air laut. Jadi antrean kapal tidak lama," jelasnya.
Molen mengatakan, pembangunan pelabuhan Pangkalbalam saat ini memang jadi skla prioritasnya.
"Pembangunan Pelabuhan ini merupakan skala prioritas kami, karena dengan pelabuhan ini lah besar daya ungkit ekonomi kita nantinya," kata Molen.
Dia menyebutkan, dengan adanya pelabuhan Pangkalbalam yang baru nantinya ia yakin multiplayer efeknya nanti sangat besar.
Sebelumnya, skema pembiayaan juga telah dilakukan melalui APBN murni pada tahun anggaran 2021 sebesar Rp 150 miliar dan dilanjutkan hingga 2022 mendatang, dengan bersifat multiyears.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung, Zanuari mengatakan, belum ada pembatalan terkait pembangunan Pelabuhan Pangkalbalam.
Menurutnya, gubernur sedang berusaha beraudiensi dengan pihak Kementerian Perhubungan dan akan kembali bertemu dengan Dirjen Perhubungan Laut dan PT Pelabuhan Indonesia dalam waktu dekat.
"Karena biaya besar, hanya itu, tetap gubernur ke Jakarta soal Pangkalbalam ini. Ini masih dibahas dijadwalkan kembali oleh Dirjen Perhubungan Laut dengan Pelindo untuk bahas lebih lanjut dalam waktu dekat ini," jelas Zanuar kepada Bangkapos.com, Senin (21/6/2021).
Dia menjelaskan, pemerintah daerah terus berjuang agar pembangunan Pelabuhan Pangkalbalam untuk terus dapat dilakukan pengembangan.
"Kalau hilang dibatalkan belum juga, masih ada pembahasan lagi, gubernur masih akan audiensi lagi," katanya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/aktivitas-bongkar-muat-barang-di-pelabuhan-pangkalbalam.jpg)