Berita Belitung

Refocusing APBD Belitung, Begini Penjelasan Sekda 

andemi Covid-19 berpengaruh pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD Kabupaten Belitung. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Belitung

Posbelitung.co/Dok
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Belitung H MZ Hendra Caya 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pandemi Covid-19 berpengaruh pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD Kabupaten Belitung. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Belitung, MZ Hendra Caya mengatakan, maraknya Virus Corona membuat pemerintah daerah terpaksa melakukan refocusing beberapa kali.

Diakuinya adanya refocusing menyebabkan adanya penurunan APBD. Namun mau tidak mau karena fokuskan pada Tahun 2021 pada bidang kesehatan yakni penanganan Covid-19 di kabupaten Belitung agar lebih optimal.

"Mungkin bukan hanya Kabupaten Belitung, dengan kondisi pandemi seluruh daerah APBD-nya turun, karena kita juga memikirkan omzet dari pengusaha-pengusaha juga turun, jika pendapatannya turun pasti APBD turun jangan kita paksankan," ujarnya kepada Posbelitung.co, Senin (5/7/2021).

Dia menilai, pada UMKM khususnya pada masa pandemi tidak ada pembeli. Artinya otomatis omzet mereka turun, sehingga untuk retribusi pajaknya juga turun.

"Tahun 2021, terjadi dua kali refocusing. tapi karena kondisi pandemi harus kita arahkan kepenanganan kesehatan, jadi tidal ada lagi ada kendala dalam penanganan kesehatan," ucapnya.

Sementara itu pada APBD 2018 sejumlah Rp1.119.438.706.289,00, APBD
2019 ada kenaikan sejumlah Rp1.251.914.317.211,00.

Sedangkan pada APBD 2020 dampak adanya pandemi Covid-19 ada penurunan karena refocusing menjadi Rp1.157.268.155.866,69 pada tahun 2021 juga kembali penurunan menjadi Rp1.101.095.106.738,00.

Perkembangan Dana Alokasi Umum (DAU) selama tiga tahun terakhir, dia menyampaikan DAU 2018 sejumlah Rp480.560.681.000,00 pada 2019 ada kenaikan sejumlah Rp504.608.591.000,00. Namun pada 2020 ada penurunan menjadi Rp463.002.382.000,00, sedangkan 2021 meskipun ada pandemi ada kenaikan sejumlah Rp468.342.798.000,00.

Perkembangan ana alokasi khusus (DAK) pada Tahun 2018 sejumlah Rp148.235.984.000,00 , ada pebingkatan pada DAK 2019 sejumlah Rp148.784.205.000,00, sedangkan pada DAK 2020 mengalami penurunan menjadi Rp123.715.059.000,00, namun pada DAK 2021 kembali naik menjadi Rp140.231.093.000,00.

Berkenaan pada pendapatan asli daerah (PAD) Tahun 2018 sejumlah Rp170.028.716.699,35, pada Tahun 2019 mengalami penurunan menjadi Rp154.360.631.099,00. 

Akibat adanya pandemi kemabalinpada Tahun 2020 PAD menjadi  Rp145.075.360.800,00 swdangkan proyeksi pada Tahun 2021 meningkat dari tahun sebelumnya sampai dengan bulan Juni sejumlah Rp149.628.679.180,00.

Sekda menjelaskan Indeks Pembangunan Masyarakat  (IPM) meskipun dimasa pandemi selama empat tahun terakhir secara umum mengalami peningkatan dari tahun ketahun.

Pada  Tahun 2017  sebesar  70,93 ,  pada Tahun  2018  meningkat  menjadi  71,70,  pada  tahun  2019  meningkat menjadi  72,46. dan  pada  tahun  2020  meningkat  menjadi  72,51.

Sedangkan belanja  daerah  pada  Tahun  Anggaran  2020  lalu, berorientasi  pada  anggaran  berbasis  kinerja  atau prestasi  kerja  yaitu  suatu  pendekatan  penganggaran yang  mengutamakan  keluaran, atau  hasil  dari  kegiatan atau  program  yang  akan  atau  telah  dicapai  sehubungan dengan  penggunaan  anggaran  dengan  kuantitas  dan kualitas  yang  terukur. 

Total  anggaran  belanja daerah sebesar Rp1.167.241.630.689,69  direalisasikan  sebesar   Rp1.032.032.453.295,43.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved