Berita Belitung

Refocusing APBD Belitung, Begini Penjelasan Sekda 

andemi Covid-19 berpengaruh pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD Kabupaten Belitung. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Belitung

Posbelitung.co/Dok
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Belitung H MZ Hendra Caya 

"Berarti  terjadi.penghematan  belanja  sebesar  Rp.135.209.177.394,26 atau  11,58 persen," ujar Sekda.

Penghematan  tersebut terdapat pada  belanja  operasi  yang terdiri belanja  pegawai  yang  hanya  terealisasi  sebesar Rp474.496.214.179,00   atau 88,15%  dari  yang  dianggarkan  sebesar  Rp538.286.895.598,57. 

Belanja  Barang  dan  Jasa  terealisasi  sebesar  Rp285.566.636.934,31  atau  85,58%   Rp 333.667.689.290,12.

Belanja subsidi 19 terealisasi sebesar Rp1.049.886.038,00  atau 89,17%   dari  yang  dianggarkan  sebesar Rp1.177.401.000,00. 

Belanja   Hibah    terealisasi     sebesar  Rp18.307.203.359,00   atau 87,89%   dari  yang  dianggarkan Rp20.830.118.000,00.

Belanja  bantuan  sosial  sampai  akhir  tahun tidak terealisasi dari anggaran sebesar Rp200.000.000,00.

Belanja tak  terduga  terealisasi  sebesar Rp4.200.711.625,00  atau  41,18%   dari anggaran  sebesar  Rp10.200.000.000,00 .

Sedangkan dari  belanja  modal  yang  terdiri atas  belanja modal tanah terealisasi sebesar Rp3.712.808.843,00 atau 81,24%    dari  anggaran  sebesar     Rp 4.570.000.000,0.

  Belanja  Modal  Peralatan  Mesin  terealisasi  sebesar Rp62.723.662.214,60   atau  88,93%  dari anggaran sebesar Rp.70.533.911.374,00.

Belanja  modal  gedung  dan  bangunan  terealisasi sebesar  Rp43.962.174.801,52   atau 97,37%   dari  anggaran  sebesar Rp 45147.343.457,00.

Belanja  Modal  Jalan,  Irigasi  dan  Jaringan terealisasi  sebesar  Rp28.872.536.309,00 atau  86,23% dari anggaran  sebesar Rp33.483.953.430,00.

Belanja  Modal  Aset  Tetap  Lainnya  terealisasi sebesar  Rp416.169.992,00   atau  99,12%  dari  anggaran  sebesar Rp419.869.540,00.

Sedangkan  belanja   transfer  pemerintah daerah yang  terdiri  atas belanja  transfer  bagi  hasil pendapatan  daerah  dan transfer  bantuan  keuangan kepada  pemerintah  desa,  yang  mana  pada  Tahun 2020  terealisasi  sebesar  Rp108.724.449.000,00  atau  100%  dari anggaran  sebesar  Rp108.724.449.000,00.

Untuk  menutupi  defisit  APBD  Tahun  Anggaran  2020,  ditetapkan  penerimaan  pembiayaan  yang bersumber  dari  sisa  lebih  perhitungan  anggaran  tahun
anggaran  sebelumnya  atau  SiLPA  Tahun  2019  dengan alokasi sebesar  Rp197.095.344.330,69 dan  terealisasi  sebesar  Rp197.095.344.330,69.

Ketua DPRD Belitung, Ansori berkenaan dengan adanya refocusing APBD mengatakan DPRD pun mengalami refocusing termasuk dengan pengurungan dengan kunjungan Kerja DPRD Belitung dia menjelaskan itu merupakan sebagai tugas dan kewajiban  DPRD untuk melaksanakannya.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved