Breaking News:

Berita Belitung

Forkopimda Belitung Tinjau Rumah Sakit dan Klinik yang Melakukan Swab Antigen Guna Sikronisasi Data

Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) dan Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie bersama Frorkopimda Belitung meninjau proses pelaksanaan swab antigen

Penulis: Suharli | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Suharli
Bupati Belitung Sahani Saleh dan Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie bersama unsur Forkopimda Belitung saat meninjau rumah sakit dan klinik yang melaksanakan swab antigen, Senin (02/08/2021) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) dan Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie bersama Frorkopimda Belitung meninjau proses pelaksanaan swab antigen beberapa klinik dan rumah sakit yang ada di Belitung guna menginventarisir data-data agar tersinkronisasi.

"Ini untuk menginveterisir data-data mereka, karena saat ini semenjak PPKM level 4, rumah sakit dan klinik diperkenan untuk melakukan tracking dengan swab antigen, nah laporan dari hasil data mereka ini yang harus kami singkronkan karena masing-masing ada (laporan) yang lansung ke pusat ada pula yang langsung ke Dinas Kesehatan," jelas Sanem kepada Posbelitung,co, Senin (02/08/2021).

Menurutnya, perlu ada komitmen dari beberapa hal berkenaan dengan pelaporan, misalnya sehari minimal 407 tracing perhari, pelaksanaan tracing yang dilakukan dibeberapa tempat tersebut datanya harus sinkron.

"Misal batas waktu pelaporan perhari dibatasi pada pukul 21.00, melebihi jam tersebut dilaporkan hari besoknya, laporan itu meliputi postif dan negatif, kalau yang positif mereka yang tanpa gejala langsung melakukan isoman, kedepannya rencanya mereka yang Isoman akan menggunakan gelang khusus," kata Sanem.

Bupati Belitung Sahani Saleh dan Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie bersama unsur Forkopimda Belitung saat meninjau rumah sakit dan klinik yang melaksanakan swab antigen, Senin (02/08/2021)
Bupati Belitung Sahani Saleh dan Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie bersama unsur Forkopimda Belitung saat meninjau rumah sakit dan klinik yang melaksanakan swab antigen, Senin (02/08/2021) (Posbelitung.co/Suharli)

Menurutnya, hal itu untuk memudahkan pemantauan, karena kalau hanya rumahnya di tempeli stiker belum begitu efektif.

"Setelah mereka selesai isoman, harus ada komitmen, setelah 14 hari lapor, ndak lapor berarti mereka dianggap selesai isoman. Tapi kami berharap bagi mereka yang terpapar dan isoman secara mandiri datang ke pusat kesehatan agar di swab atigen lagi, jadi laporannya akurat," ungkap Sanem.

Selain itu, dia juga menyampikan berkenaan kesiapan Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Akil Ali yang bekerjasama dengan relawan KSB, memurutnya secara fisik semua sudah siap tinggal proses administarasi.

"Sebenarnya ini sudah jalan, tinggal meminta proses perijinan dari kemetrian kesehatan, bahwasanya Belitung mempunyai Rumah Sakit Darurat. Insyaallah hari (02/08/2021) ini proses semua itu selesai," ujarnya.

Bupati Belitung Sahani Saleh dan Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie bersama unsur Forkopimda Belitung saat meninjau rumah sakit dan klinik yang melaksanakan swab antigen, Senin (02/08/2021)
Bupati Belitung Sahani Saleh dan Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie bersama unsur Forkopimda Belitung saat meninjau rumah sakit dan klinik yang melaksanakan swab antigen, Senin (02/08/2021) (Posbelitung.co/Suharli)

Dia juga mengatakan nanti akan ada penambahan sebanayak 50 tempat tidur di RSDC Akil Ali.

Disinggung soal layanan BPJS pada pasien terpapar Covid-19, dia menjelaskan RS Marsidi Djoedono sudah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan Covid-19.

"Jadi kalau terkonfirmasi Covid-19 nanti akan diurus oleh BPJS," ujarnya.

Sedangkan untuk pelayanan sakit umum lainnya RS Marsidi Djoedono, juga masih ada melayani sebagian, hal itu jiga untuk mengakomodir pasien yang memiliki kartu BPJS, karena di Rumah Sakit Swasta, menurutnya tidak dapat menggunakan BPJS. (Posbelitung.co/Suharli)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved