Breaking News:

Palsukan 11 Surat Keterangan PCR, Alasannya Swab PCR di Belitung Mahal

Padahal Narli baru saja menggelar resepsi pernikahan di kediaman istrinya yang terletak di Desa Pelepak Pute, Kecamatan Sijuk.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Tedja Pramana
Pos belitung
Kasubsi Penmas Sihumas Polres Belitung Ipda Belly Pinem didampingi Kanit Resum Aipda Pirhot Lubis menunjukan bukti surat PCR yang diduga palsu, Selasa (7/9). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Narli Fauzan Noviansyah hanya tertunduk saat anggota Polres Belitung menggiringnya ke hadapan awak media dalam konfrensi pers pada Selasa (7/9).

Pria 29 tahun itu ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemalsuan 11 surat keterangan swab PCR yang ditemukan petugas KKP Wilker Tanjungpandan dan Bandara H AS Hanandjoeddin pada Senin (6/9) kemarin.

Padahal Narli baru saja menggelar resepsi pernikahan di kediaman istrinya yang terletak di Desa Pelepak Pute, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung pada Minggu lalu.

Di hadapan awak media, pria asal Ciamis itu mengakui membuat surat keterangan tersebut dikarenakan mahalnya harga swab PCR di Kabupaten Belitung sekitar Rp 700 ribu perorang.

"Niatan untuk komersil itu tidak ada, tidak ada niatan komersil itu. Karena swab PCR di sini cukup mahal ya sekitar Rp 700 ribu," ujarnya saat ditemui awak media.

Berdasarkan pengakuannya, surat PCR palsu tersebut sudah disiapkan sebelum ia bersama keluarganya bertandang ke Belitung pada Jumat (3/9) pekan lalu.

Ia membuat surat itu setelah mencari contoh dari website resmi RS Utama Tanjungpandan dan memesan stampel menyerupai milik rumah sakit untuk lebih menyakinkan petugas.

Ternyata 11 lembar surat PCR palsu tersebut digunakan oleh orang tua dan kerabat tersangka yang akan bertolak pulang ke Ciamis.

Sedangkan tersangka masih tinggal di Belitung dan hanya mengantarkan rombongan keluarganya ke Bandara H AS Hanandjoeddin pada Senin (6/9) lalu.

Namun rencana Narli tak berjalan mulus, bahkan dirinya terancam Pasal 263 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

"Saya harus menerima konsekuensinya sesuai aturan hukum, kalau penyesalan pasti ada, banyak," katanya. (*)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved