Breaking News:

Berita Kriminal

Polisi Periksa Pengelola SPBU dan 25 Orang Terkait BBM Langka

Bahan bakar minyak (BBM) mengalami kelangkaan belakangan ini di Belitung Timur. Akibatnya masyarakat kesulitan mendapatkan barang vital tersebut. Kar

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Fery Laskari
istimewa
Personel Satreskrim Polres Beltim saat mendatangi SPBU Padang, Minggu (12/9/2021) kemarin. (Ist/SatreskrimBeltim) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -Bahan bakar minyak (BBM) mengalami kelangkaan belakangan ini di Belitung Timur. Akibatnya masyarakat kesulitan mendapatkan barang vital tersebut. Karenanya, Satreskrim Polres Belitung Timur (Beltim) langsung turun ke lapangan merazia stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang beroperasional di wilayah ini.

Kasat Reskrim Polres Beltim, AKP Deddy Nuari didampingi Kasi Humas AKP Sukimin, Senin (13/9/2021) mengatakan, pihaknya menemukan ada indikasi penimbunan terhadap BBM di Belitung Timur. Namun, pihaknya langsung melakukan tindakan-tindakan preventif sehingga indikasi itu, tidak terjadi.

"Kami juga saat ini sedang meminta keterangan dari 25 orang termasuk pengelola SPBU terkait hal ini. Sejauh ini belum ada ditemukan penimbunan, hanya untuk dijual saja," kata AKP Deddy kepada Posbelitung.co, Senin (13/9/2021).

Dia mengingatkan kepada masyarakat agar jangan menimbun BBM karena ini merupakan keperluan orang banyak. Dia juga mengimbau kepada pengelola SPBU agar dalam pendistribusian BBM kepada masyarakat proporsional sehingga tidak terjadi hal seperti ini.

"Kami akan bekerja semaksimal mungkin untuk masyarakat Belitung Timur. Dukungan dan sinergisitas dari Pemkab juga kami perlukan dalam menyelesaikan masalah ini," kata AKP Deddy.

Terpisah, Pengelola SPBU Padang Manggar, Jumhari mengatakan penyebab kelangkaan ini karena pasokan BBM belakangan ke tempatnya tidak sesuai dengan permintaan SPBU. Dia mencontohkan biasanya pertalite dan premium masing-masing minta 16 ton, namun Rabu kemarin hanya masuk delapan ton.

“Kami ada bukti pencatatannya dalam setiap kali masuk ke SPBU. Kami juga tidak tahu kenapa ada pengurangan pasokan ini. Kalau ditanya ke Pertamina jawabnya pasti pasokan normal, tapi nyatanya tidak," kata lelaki yang akrab disapa Mandor ini.

Seiring stok yang terbatas seperti ini, Mandor mendapatkan banyak komplain dari pelanggan yang sedikit banyak juga merugikan SPBU-nya. Dia menjamin bahwa pihaknya tidak akan menimbun BBM karena ini adalah kebutuhan orang banyak.

“Kadang masyarakat sering menyalahkan SPBU, kalau SPBU kalau ada barangnya pasti dijual, tidak mungkin kami timbun,” katanya. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved