Breaking News:

Virus Corona

Tak Peduli Kasus Covid-19 Tinggi, WHO dan Unicef Paksa Indonesia Buka Lagi Pembelajaran Tatap Muka

Meskipun ada daerah di Indonesia yang kasus covid-19 tinggi, WHO dan Unicef merekomendasikan agar sekolah tatap muka dibuka lagi dengan prokes ketat

Editor: Hendra
Pos Belitung/Disa Aryandi
Suasana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), Kamis (26/8/2021) di SD Negeri 17 Tanjungpandan, Belitung dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan dengan pembatasan jarak. Pos Belitung/Disa Aryandi 

POSBELITUNG.CO –  Selama pandemi covid-19, sekolah Indonesia telah 18 bulan menerapkan pembelajaran online atau daring.

Kasus covid-19 di Indonesia sempat meledak hingga pemerintah harus memberlakukan pembatasan yang dikenal dengan PPKM.

Sementara hari ini, Selasa 21 September 2021 tercatat kasus covid-19 sebanyak 3.263. Jumlah ini bertambah sehari sebelumnya yang hanya 1.932.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan PBB untuk Anak-anak (UNICEF) Indonesia telah berhasil menurunkan kasus covid-19.

Baca juga: Heboh Selebgram si Kuda Poni, Saat Asik Live Tanpa Busana Diciduk Polisi, Tak Perawan Ngaku Sepi Job

Dengan hasil ini diminta untuk segera membuka dan melanjutkan pembelajaran tatap muka di seluruh sekolah di tanah air.

Bahkan di daerah dengan tingkat Covid-19 yang tinggi, WHO merekomendasikan agar sekolah tetap dibuka kembali.

Rekomendasi tersebut keluar setelah selama 18 bulan sekolah di Indonesia memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Adapun pembukaan sekolah harus dilakukan secara aman mengingat adanya penularan varian delta yang tinggi.

Pembukaan sekolah harus dilakukan dengan langkah-langkah untuk meminimalkan virus, seperti menerapkan langkah-langkah kesehatan masyarakat di antaranya menjaga jarak fisik setidaknya satu meter, dan mencuci tangan dengan sabun secara teratur.

“Jadi, penting bahwa ketika kami membuka sekolah, kami juga mengendalikan penularan di komunitas-komunitas itu,” ujar Dr Paranietharan, Perwakilan WHO untuk Indonesia dalam keterangan tertulis sebagaimana disampaikan dalam laman resmi WHO, 16 September 2021.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved