Perairan Ancol dan Angke Mengandung Paracetamol, Peneliti LIPI Menduga Dua Hal Ini Penyebabnya
Parasetamol yang dikonsumsi akan dikeluarkan melalui cairan seni dan kotoran yang diproduksi manusia dan mencemarkan air limbah
Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yogi Ikhwan mengatakan, Pemprov DKI Jakarta akan mengusut sumber pencemaran obat yang biasa digunakan untuk sakit kepala dan demam itu.
"Kami akan dalami dan telusuri sumber pencemarannya," kata Yogi saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat.
Yogi mengatakan, Pemprov DKI Jakarta berterimakasih kepada para peneliti yang melakukan hasil studi di teluk Jakarta itu.
Baca juga: 11 Oknum Polisi Jual Barang Bukti Sabu ke Bandar Narkoba, Hasil Tangkapan 76 Kg Lapor Pimpinan 57 Kg
Dinas LH sendiri, kata Yogi, secara rutin memantau kualitas air di Jakarta namun tidak mencantumkan variabel pencemaran parasetamol.
"Tapi memang berdasarkan PP 22/2021 tidak ada parameter parasetamol," ujar dia.
Dalam Buletin Polusi Laut disebutkan kandungan konsentrasi tinggi parasetamol terdeteksi di Angke dengan kadar 610 ng/L dan Ancol 420 ng/L.
Disebut temuan zat parasetamol di laut merupakan temuan pertama kali di laut Indonesia yang dihasilkan dalam studi Buletin Polusi Laut.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dua Kemungkinan Asal Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/pencemaran-paracetamol-di-teluk-jakarta.jpg)