Breaking News:

CPNS Bangka Belitung 2021

Guru Honorer di Belitung Timur Diangkat Jadi PPPK, Ini Hasil Seleksi dan Penjelasan Dinas Pendidikan

Mereka yang dinyatakan lulus seleksi bisa langsung diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tenaga fungsional guru.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Belitung Timur Andi Irawan 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG --  Kabar gembira bagi seluruh guru honor di Belitung Timur.

Mereka yang dinyatakan lulus seleksi bisa langsung diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tenaga fungsional guru, terlebih bagi mereka yang sudah berusia 50 tahun ke atas.

Pelaksanaan seleksi PPPK guru sebelumnya menuai banyak protes karena ambang batas yang tinggi.

Namun, setelah menimbang beberapa hal Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim memutuskan melakukan penyesuaian ambang batas.

Ditemui di ruangannya, Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Belitung Timur Andi Irawan menjelaskan penyesuaian itu berupa penambahan nilai 10% bagi seluruh peserta dari nilai kompetensi teknis.

Sedangkan untuk peserta berusia 50 tahun ke atas ada penambahan nilai 100% dari nilai maksimal kompetensi teknis dan 10% dari nilai maksimal manajerial sosio-kultural dan wawancara.

Baca juga: BREAKING NEWS: Heboh ! Wanita Berkaus Hijau Tenggelam di PPN Tanjungpandan

Baca juga: Soal Jenazah Wanita Berkaus Hijau, Dokter Tidak Temukan Luka Tanda Kekerasan

Baca juga: Breaking News : Jasad Seorang Perempuan Ditemukan Mengapung di PPI Belitung

Dikatakannya, berdasarkan Keputusan Menteri PANRB Nomor 1169 tahun 2021 yang ditandatangani oleh Menteri PANRB Tjahjo Kumolo, nilai ambang batas terbagi menjadi tiga kategori.

Kategori satu merupakan nilai sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri PANRB Nomor 1127 tahun 2021 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Pengadaan PPPK untuk Jabatan Fungsional Guru pada Instansi Daerah Tahun Anggaran 2021.

Kemudian, untuk nilai ambang batas kategori dua diberlakukan bagi peserta berusia paling rendah 50 tahun pada saat pendaftaran.

Kebijakan ini, katanya, merupakan bentuk penghargaan atas pengabdian peserta yang telah berusia lanjut dan tetap semangat untuk berdedikasi dalam memberikan jasa mendidik anak bangsa.

"Adapun nilai ambang batas diberlakukan pada mereka ini hanya untuk nilai kumulatif seleksi kompetensi manajerial dan sosial kultural sebesar 110 serta wawancara sebesar 20," lanjut Andi.

Sementara kategori tiga, nilai ambang batas hanya disesuaikan untuk seleksi kompetensi teknis. Sebagai contoh, untuk guru kelas SD ditetapkan nilai ambang batas Seleksi Kompetensi Teknis sebesar 270 setelah disesuaikan dari semula sebesar 320.

Baca juga: Butuh Uang Buat Mudik ke Pulau Seribu Utara, Dua Pria Ini Nekat Curi Satelit di Perahu Majikannya

Baca juga: Lima Atlet Pesepeda Belitung Borong Delapan Medali di Ajang Kejurda ISSI Bangka Belitung

Sedangkan untuk nilai ambang batas kumulatif seleksi kompetensi manajerial dan sosial kultural serta wawancara tidak dilakukan penyesuaian.

"Di Belitung Timur sendiri ada 219 pendaftar PPPK guru dan tersedia 127 formasi. Dari jumlah itu banyak yang pendaftarnya lebih sedikit dari jumlah formasi bahkan ada yang tidak ada pendaftarnya. Jumlah yang lulus saat ini masih dalam proses rekap dan akan segera diumumkan," ungkap Andi, Senin (11/10/2021).

Dia menjelaskan, dalam penentuan kelulusan PPPK di tahap pertama ini fokus seleksi adalah untuk guru-guru negeri di daerahnya dan di sekolahnya sendiri.

Ia mencontohkan jika dalam suatu sekolah ada tiga formasi guru dan ada dua guru honorer di sekolah tersebut maka akan diutamakan dua guru tersebut untuk lulus.

Baru sisa satu formasinya diperebutkan oleh pemilik nilai tertinggi pelamar dari luar sekolah itu.

Namun, menurutnya,  jika dua guru honorer itu salah satunya tidak lolos ambang batas maka akan dibiarkan kosong hingga nanti diadakan seleksi PPPK tahap kedua dan ketiga.

"Pengutamaan guru honorer yang sudah ada di sekolah itu sebelumnya ada dalam Keputusan Menpan-RB nomor 1169 tahun 2021 tentang Pengolahan Hasil Seleksi Kompetensi I dan Penyesuaian Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Pengadaan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja Untuk Jabatan Fungsional Guru Pada Instansi Daerah Tahun 2021 diktum sembilan sampai sebelas. Jadi penetapan yang lolos tetap mengikuti peraturan dan menjunjung tinggi objektifitas," jelas Andi.

Menurutnya, bagi yang belum lolos tahap pertama ini masih bisa mengikuti seleksi pada tahap kedua dan ketiga di tahun depan.

Teruntuk guru honorer yang lolos ambang batas tetapi tidak lolos formasi, Andi mengatakan ada optimalisasi formasi di tahap kedua dan ketiga agar para guru tersebut bisa mendapatkan formasi.

Bagi yang lulus ambang batas pun masih bisa ikut registrasi tahap dua dan tiga tanpa mengambil tes ulang, tetapi, jika ingin mencoba mendapat nilai lebih tinggi, maka bisa ikut tes lagi sehingga ranking seleksi formasi bisa lebih tinggi.

"Tapi kalau dia sudah percaya diri dengan angka yang sebelumnya dan ingin ikut registrasi ronde kedua, tidak perlu mengambil tes seleksi lagi. Itu adalah keputusan dari masing-masing guru honorer," ungkap Andi. (Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved