Erzaldi Rosman
Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Integrasikan Pendidikan Antinarkoba di SMA dan SMK
Pemerintah Provinsi Bangka Belitung mengintegrasikan pendidikan anti narkoba ke sejumlah mata pelajaran siswa SMA/SMK se-Bangka Belitung.
Penulis: Riki Pratama | Editor: Fitriadi
POSBELITUNG.CO, BANGKA - Pelajar SMA/SMK di Bangka Belitung dibekali pendidikan antinarkoba.
Pendidikan antinarkoba ini diintegrasikan ke sejumlah mata pelajaran siswa.
Program ini dilakukan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.
Aturan integrasian ini bersadarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 55 Tahun 2021.
Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia juga mendukung terkait upaya pemerintah daerah tersebut.
Itu terlihat dari kehadiran Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose dalam kegiatan Drug Free Exhibilition, launching program integrasi pendidikan anti narkoba masuk ke kurikulum SMA-SMK se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Serta program lainya sinergitas 4 pilar desa menuju Kampung Tangguh Anti Narkoba (KTAN) dan Desa Bersinar Bersih Narkoba di Bangka Belitung, yang dilakukan pada Rabu (27/10/2021) di halaman Taman Bhaypark Polda Babel.
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, mengatakan, pemerintah telah melaunching program integrasi pendidikan anti narkoba bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol Petrus Reinhard Golose.
"Kedatangan kepala BNN ini dalam rangka melaunching program integrasi kurikulum berkenaan antinarkoba, dikolaborasikan dengan pendidikan di SMA/SMK. Kehadiran beliau memberikan motivasi agar paham bahaya narkoba," jelas Gubernur Erzaldi kepada Bangkapos.com, Rabu (27/10/2021) di sela acara.
Erzaldi menambahkan, pengintegrasian ini dilakukan dengan harapan siswa/siswi di Bangka Belitung terhindar dari penyalahgunaan narkoba yang semakin marak di tengah pertumbuhan ekonomi.
"Ini pas waktunya saat ekonomi di Babel ini tumbuh dan berkembang. Kita tidak ingin memakai penghasilan mereka terkhususnya untuk membeli narkoba dan menambah keyakinan bahwa perang dengan narkoba," tegasnya.
Mantan Bupati Bangka Tengah ini, mengkhawatirkan apabila narkoba tidak ditindak maka akan merusak generasi di Provinsi Bangka Belitung saat ini.
"Harus jangan sampai ketika ekonomi kita bangkit narkoba masuk lebih banyak akhirnya terpuruk. Kehadiran kepala BNN memastikan kita untuk melakukan tindakan secara soft maupun tindakan perang terhadap narkoba. Masyarakat kita harus, betul-betul dapat terjaga kesehatan dan kesejahteraannya," lanjutnya.
Dia mengharapkan pencegahan penggunaan narkoba juga dapat dilakukan terutama di daerah aktivitas pertambangan timah di Bangka Belitung.
"Perkembangan di daerah tambang kalau tidak ditekan akan masif narkoba. Sehingga setelah ada kedatangan kepala BNN RI, Insyah Allah beliau akan mendukung," kata Erzaldi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20211027-gubernur-bangka-belitung-erzaldi-rosman-melihat-stand-pendidikan-antinarkoba-di-sekolah.jpg)