Breaking News:

Bupati Sanem Tegaskan Bakal Tertibkan Tambang Ilegal di Hutan Lindung, Hutan Bakau dan Laut

Apalagi dia menganggap hal tersebut merusak dan mengganggu program pemerintah dalam pengembangan pariwisata dan lingkungan hidup.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Rapat dengar pendapat terkait aktivitas tambang laut di Kantor DPRD Belitung, Kamis (25/11/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Bupati Belitung, H Sahani Saleh (Sanem), menegaskan bahwa tidak ada toleransi dalam hal menertibkan tambang timah ilegal.

Apalagi dia menganggap hal tersebut merusak dan mengganggu program pemerintah dalam pengembangan pariwisata dan lingkungan hidup.

"Persoalan di pantai hutan bakau dan hutan lindung itu TI yang akan ditindaklanjuti. Kalau di kawasan pertambangan atau PT Timah itu legal. Kalau TI yang bukan di kawasan pertambangan apalagi laut, hutan lindung, hutan bakau, tidak ada urusan," kata Sanem seusai rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Kabupaten Belitung, Kamis (25/11/2021).

Jika aktivitas TI di kawasan tersebut masih dilakukan, lanjutnya, tentu langkah penertiban harus dilakukan.

Sanem mengakui aktivitas penambangan menjadi kewenangan provinsi, sehingga akan disampaikan sejauh mana porsi untuk menindaklanjuti aktivitas penambangan di Belitung.

"Di sini ada UPT Pertambangan, UPT Kehutanan, UPT Pariwisata, dan UPT Kelautan, empat ini suruh bekerja, turun ke lapangan, kewenangan ada di gubernur yang menugaskan mereka. Kalau tidak mampu, melapor," tegas Sanem.

"Ada masyarakat yang belum sepenuhnya paham. Kalau pemerintah tidak peduli terhadap lingkungan, tidak mungkin dapat kawasan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus, red) dan geopark, tapi masih ada yang meragukan sehingga tetap menambang," ucapnya.

Menurut Sanem, alasan masyarakat menambang timah ilegal karena faktor ekonomi tidak bisa dibenarkan. Lantaran aktivitas tersebut justru merusak ekonomi masyarakat lainnya.

Misalnya saja aktivitas TI yang dilakukan di perairan Dusun Munsang, justru mengakibatkan rawannya konflik antar masyarakat.

"Bukan semata merusak lingkungan tapi merusak yang lain, demi perut dia saja, tapi tidak memikirkan perut orang lain," tegas Sanem.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved