Breaking News:

Komnas HAM Tak Terima Pemerkosa 13 Santri Hingga Melahirkan Dihukum Mati, Alasannya Hak Hidup

Komnas HAM menentang hukuman mati untuk semua tindakan kejahatan termasuk kekerasan seksual seperti yang dilakukan oleh terdakwa Herry Wirawan

Editor: Hendra
ist/tribunjabar
Herry Wirawan, guru pesantren di Bandung yang merudapaksa 12 santriwatinya hingga melahirkan 8 bayi. 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Herry Wirawan, terdakwa pelaku kejahatan seksual terhadap 13 orang santri hingga ada yang melahirkan dituntut hukuman mati dan kebiri kimia.

Tuntutan itu dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Asep N. Mulyana dibacakan dalam sidang tertutup di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/1/2022).

Herry Wirawan telah membuat heboh warga di Indonesia.

Baca juga: Tukang Pijat Tanpa Busana Kaget, Saat Intim dengan Pelanggan Digrebek Warga, Curiga Tempatnya Gelap

Ia memerkosa 13 orang santriwati di beberapa tempat, yakni di Yayasan pesantren, hotel, hingga apartemen.

Bahkan beberapa santriwati yang diperkosanya itu ada yang hamil, melahirkan dan punya anak.

Rupanya tuntutan hukuman mati dan kebiri dari JPU ini mendapat reaksi dari Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Beka Ulung Hapsara.

Ia menolak dan tak terima Herry Wirawan yang telah memerkosa 13 santriwati hingga hamil dan punya anak itu dihukum mati.

"Saya sepakat hukuman yang berat harus diberikan kepada siapapun pelaku kejahatan seksual apalagi korbannya banyak dan anak-anak, saya sepakat. Tapi bukan hukuman mati," kata Beka Ulung Hapsara saat dihubungi Kompas.TV, Rabu (12/1/2022).

Baca juga: Pengantin Baru Ketakutan Diajak Malam Pertama, Gaun Belum Lepas Sudah Teriak, Suami Pun Tak Berkutik

Secara tegas, Beka mengatakan Komnas HAM menentang hukuman mati untuk semua tindakan kejahatan termasuk kekerasan seksual seperti yang dilakukan oleh terdakwa Herry Wirawan.

"Pada prinsipnya Komnas HAM menentang hukuman mati untuk semua tindakan kejahatan atau semua tindakan pidana termasuk juga pidana kekerasan seksual, seperti yang dilakukan oleh Herry Wirawan," jelas Beka.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved