Wawancara Khusus

Mengenal Bahaya Kanker Prostat Bersama dr Siswani: Makin Cepat Mendeteksi Harapan Hidup Makin Tinggi

Meskipun sering dianggap sepele, nyatanya penyakit ini memiliki bahaya dan harus diwaspadai para pria.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Dokter umum Puskesmas Air Saga, dr Siswani (kiri) berbincang dengan host program Konter atau Konsultasi Dokter, Lisa Lestari, Kamis (24/2/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kanker prostat menduduki peringkat kedua angka kejadian kanker terbanyak pada pria. Prostat merupakan kelenjar yang terletak di bawah kantong kemih pada laki-laki.

Pada saat prostat membesar maka akan menghambat uretra. Saat kanker prostat maka bentuknya dan ukurannya berbeda sehingga tampak membesar. Meskipun sering dianggap sepele, nyatanya penyakit ini memiliki bahaya dan harus diwaspadai para pria.

Lebih jauh mengenal bahaya kanker prostat, Posbelitung.co  berbincang dengan dokter umum Puskesmas Air Saga, dr Siswani, pada program Konter (Konsultasi Dokter), Kamis (24/2/2022).

Berikut cuplikan wawancaranya:

T : Bagaimana gejala dari kanker prostat? Serta seberapa besarkah angka kejadian kanker prostat?

J : Gejalanya ditandai membesarnya kelenjar prostat sehingga menyumbat saluran kemih, sehingga pria mengeluh kencing tidak lancar, kencing putus-putus atau keluar darah saat kencing. Kemudian bisa juga saat ejakulasi berdarah. Kadang saat bangun malam ingin berkemih, ini bisa juga. Orang yang menderita kanker prostat juga mengalami penurunan berat badan secara drastis dengan pola makan yang biasa-biasa saja.

Kasusnya lumayan tinggi, banyak yang tidak terdeteksi. Sebenarnya ini ranah dokter spesialis, tapi saya sebagai pengingat kaum pria untuk edukasi. Dalam golongan kanker pada pria, kanker prostat ini menduduki posisi kedua kasus terbanyak se-Indonesia. Angka kejadiannya tinggi, kalau di Indonesia bisa sampai 13 ribuan, kalau di dunia 41 ribu.

Untuk pendeteksian kanker prostat, ini ada screening pada pria berusia di atas 50 tahun dengan pemeriksaan PSA (prostate specific antigen). Tapi pada saat usia 40 tahun dengan riwayat keluarga, itu harus. Walaupun tidak ada gejala tetap harus periksa.

T : Apakah kanker prostet termasuk penyakit dengan angka kematian tertinggi? Dan apakah harapan hidup penderita kanker prostat lebih tinggi dibanding penderita kanker lainnya?

J : Kalau angka kematian 4 ribuan kasus yang tercatat. Semakin tahu mengalami gejala tadi, sebaiknya diperiksa. Tidak hanya prostat, angka harapan hidupnya akan semakin baik jika dideteksi sedini mungkin.

T : Apa saja jenis kanker prostat yang ada Ddn faktor apa saja yang meningkatkan risiko kanker  prostat?

J : Kalau jenis, biasanya dari pemeriksaan biopsi, diambil jaringan prostat oleh dokter spesialis urologi. Ada jenis adenokarsinoma, sel kanker transisi, dan skuamosa. Cuman yang paling mengarah keganasan itu jenis adenokarsinoma yang hanya bisa dideteksi melalui mikroskop dan biopsi.

Untuk faktor risiko, kadang orang-orang salah persepsi, setiap penyakit ada penyebab. Begitu menjelaskan kanker, itu multi faktor tidak hanya satu faktor risiko, tapi gabungan berbagai faktor seperti usia. Juga dari literatur yang saya baca, faktor risiko lain yakni ras. Orang berkulit hitam akan lebih rentan terkena dibanding orang berkulit putih. Selain itu, juga riwayat keluarga yakni ketika ada yang mengalami kanker prostat, sebaiknya memeriksakan diri karena kemungkinan besar menurun. Makanya semakin cepat mendeteksi harapan hidup semakin tinggi.

Diet juga menjadi satu di antara faktor penyebab, olahraga kurang, merokok, serta orang obesitas meningkatkan risiko prostat pada laki-laki. Termasuk penderita diabetes mellitus juga berisiko mengalami kanker prostat.

T : Adakah pemeriksaan spesifik untuk kita mengetahui serangan kanker prostat tersebut dan apakah kanker prostat bisa menyebar?

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved