Berita Kriminalitas

Polres Bangka Selatan Tangani 10 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, Pelaku Ada yang dari Oknum ASN

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bangka Selatan menjadi sorotan pihak Polres Bangka Selatan.

Penulis: Yuranda | Editor: nurhayati
Shutterstock
Ilustrasi kekerasan terhadap anak 

POSBELITUNG.CO --Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bangka Selatan menjadi sorotan pihak Polres Bangka Selatan.

Pasalnya selama tiga bulan terakhir Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangka Selatan mencatat telah menangani 10 laporan polisi (LP) tindakan kejahatan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukumnya.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bangka Selatan, AKP Chandra Satria Adi Pradana , dari bulan Januari hingga Maret 2022 ini, pihaknya sudah menerima dan menangani 10 LP kasus kekerasan tehadap perempuan dan anak di Bangka Selatan.

Kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi terdiri dari kekerasan fisik dan juga kekerasan pencabulan atau persetubuhan.

"Untuk kejahatan kekerasan fisik terhadap anak terdapat 4 kasus dengan korban empat orang, pencabulan atau persetubuhan anak 4 kasus dengan jumlah korban enam orang, dan kejahatan terhadap perempuan terdapat 2 kasus," ungkap Chandra, Kamis (7/4/2022) kepada Bangka[p.

Chandra menyebutkan, kasus kejahatan persetubuhan anak di bawah umur terjadi di tiga kecamatan yakni Kecamatan Airgegas, Payung, dan Leparpongok dengan korban yakni DA (14), CF (14), NR (4), Nj (11) Am (11) dan AP (13).

"Kekerasan fisik terhadap anak dengan korban, yakni korban MO (11) dengan pelaku oknum ASN inisial NE (35), korban AR (14) dan INA (17) dengan pelaku EG (29) dan terakhir penemuan mayat bayi di Kecamatan Leparpongok," kata Chandra.

Sedangkan untuk kasus kekerasan terhadap perempuan terjadi di Kecamatan Toboali dan Kecamatan Simpangrimba dengan korban SR (20) dan NAR (47).

"Untuk kasus kekerasan terhadap perempuan satu kasus sudah dilakukan Restorative Justice yakni kasus penganiayaan istri siri di Kecamatan Toboali," ucapnya.

Chandra menyebutkan, untuk tindak lanjut perkara kekerasan terhadap perempuan dan anak sudah ada yang tahap dua, dan masih ada yang tahap satu maupun yang masih dalam penyidikan.

(Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved