Info Kesehatan

Mengapa Puasa Itu Sehat tapi Telat Makan Dianggap Tidak Sehat? Ini Penjelasannya

Banyak yang beranggapan bahwa kedua hal tersebut sama-sama dianggap telat makan, padahal sebetulnya memiliki hakikat yang berbeda.

Pixabay.com
Foto ilustrasi kurma 

POSBELITUNG.CO - Ada perbedaan menarik antara puasa dan telat makan.

Ternyata dengan berpuasa justru dapat membuat kondisi lambung semakin membaik, tak terkecuali bagi penderita asam lambung berlebih.

Mengutip keterangan dari Quora, puasa dan telat makan itu sebetulnya merupakan hal yang berbeda. Puasa pada hakikatnya mengurangi jatah waktu makan, karena sarapan diganti sahur dan makan malam diganti buka puasa (iftar), hanya makan siang yang dihilangkan.

Tubuh beradaptasi dengan perubahan. Orang yang makan teratur meski berpuasa, maka tubuh akan tahu kapan waktu memproduksi asam di lambung untuk mencerna makanan. Di saat makanan sudah harus masuk ke perut tapi tak ada makanan yang masuk, maka terjadi asam berlebihan di lambung yang berakibat nyeri lambung.

Bagi sebagian orang yang baru berpuasa di 3 - 4 hari pertama mungkin akan terasa sedikit nyeri pada lambung, tapi selanjutnya tidak akan terasa lagi karena tubuh telah terbiasa memproduksi asam di saat makan 2 kali sehari itu.

Dilansir Posbelitung.co dari Kompas.com, ada berbagai manfaat yang diperoleh ketika kita berpuasa.

Banyak pula penelitian yang telah membuktikan manfaat berpuasa bagi kesehatan, salah satunya yaitu sangat baik untuk sistem pencernaan.

Diungkapkan ahli gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr. Fiastuti Witjaksono SpGK bahwa puasa adalah kondisi di mana tubuh tak boleh mengonsumsi makanan atau minum sama sekali kurang lebih selama 14 jam.

Meski efek puasa dapat membuat seseorang menjadi lemas dan pusing, hal ini dianggap sebagai suatu yang wajar. Karena pada saat orang berpuasa, kandungan glikogen, glukosa, lemak, dan protein turun.

Perbaiki Saluran Cerna

Fiastuti membeberkan apa saja manfaat berpuasa bagi saluran pencernaan manusia.

Puasa memberi kesempatan kepada alat pencernaan untuk beristirahat, mengurangi beban kerja pencernaan, hingga memperbaiki proses regenerasi sel-sel saluran cerna.

"Pada kondisi tidak berpuasa kita makan 3 kali plus snack berkali-kali, sehingga lambung tidak bisa istirahat. Ketika puasa, saluran cerna kita justru senang karena diberi waktu istirahat yang cukup," terangnya.

Mengingat saluran pencernaan termasuk tempat yang berpeluang besar masuknya segala penyakit. Pola makan selama puasa tetap perlu diperhatikan agar kita tetap dapat menjaga saluran pencernaan tetap kuat. Dengan begitu, daya tahan tubuh juga akan kuat.

Selain itu puasa juga memberikan pengaruh positif terhadap metabolisme tubuh. Berpuasa dapat membantu menurunkan tingkat kolesterol, risiko diabetes, serta mengurangi penyakit lambung fungsional (maag).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved