Mafia Minyak Goreng

Martua Sitorus Bos Wilmar, Komisaris Perusahaannya Terlibat Kasus Mafia Minyak Goreng, Ini Profilnya

Bos Wilmar, Martua Sotoris orang terkaya di Indonesia yang komisaris perusahaannya jadi tersangka kasus mafia minyak goreng

Penulis: Hendra CC | Editor: Hendra
Kolase
Martua Sitorus bos Wilmar perusahaan minyak goreng orang terkaya di Indonesia yang perusahaannya terlibat kasus mafia minyak goreng 

POSBELITUNG.CO --  Kejaksaan Agung RI berhasil mengungkap kasus mafia minyak goreng yang sudah menyusahkan rakyat Indonesia.

Dalam kasus mafia, Kejagung telah menetapkan 4 orang tersangka dan dilakukan penahanan di tempat berbeda.

Yang mengejutkan publik, ternyata dari 4 orang tersangka kasus mafia minyak goreng tersebut adalah orang dalam di Kementrian Perdagangan sendiri.

Dia adalah Indrasari Wisnu Wardhana IWW yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan.

Baca juga: Meskipun Menteri Perdagangan, Kalau Terlibat Mafia Minyak Goreng, Jaksa Agung: Siapapun Kami Tindak

Sementara tiga tersangka lainnya yakni Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affairs PT Permata Hijau Group, Togar Sitanggang General Manager PT Musim Mas dan Komisaris Wilmar Nabati Indonesia Parlindungan Tumanggor.

Dan ternyata Wilmar Nabati Indonesia, dimiliki oleh salah satu orang terkaya di Indonesia.

Bos perusahaan minyak goreng, orang terkaya di Indonesia itu bernama  Martua Sitorus.

Pengusaha yang perusahaannya terlibat kasus mafia minyak goreng ini pria kelahiran Pematang Siantar pada 6 Februari 1960.

Ia memiliki nama  kelahiran Thio Seeng Haap yang perusahaannya Wilmar International Ltd pernah menjadi perusahaan sawit terbesar dunia pada tahun 2018.

Total kekayaannya yang dimilikinya mencapai USD 1,9 miliar atau sekitar Rp 27,27 triliun. 

Kehidupan Pribadi

Martua Sitorus lahir di Pematang Siantar pada 6 Februari 1960.

Ia memiliki nama lain Thio Seeng Haap.

Baca juga: Mafia Minyak Goreng Ternyata Orang Dalam, 4 Orang Ditetapkan Tersangka, Begini Reaksi Mendag

Ketika masih kecil, ia harus bekerja keras membantu kebutuhan keluarganya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved