Berita Pangkalpinang
Pemkot Pangkalpinang Berkomitmen Menjamin Kebebasan Umat Beragama dalam Menjalankan Ibadah
Molen sapaan akrab Maulan Aklil, mengatakan, menjadi wali kota, dirinya harus bisa menjamin agar tidak terjadi konflik SARA di Pangkalpinang.
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Novita
"Kami menyadari, kami ini merupakan salah satu elemen masyarakat, kira-kira yang bisa kami bantu ke pemerintah paling tidak dalam doa," ucap Frank.
Frank mengemukakan, dengan adanya perkumpulan para pendeta setiap gereja yang ada nantinya mereka bisa mendukung sinergisitas yang selama ini telah dilakukan dengan pemerintah. Karena bagaimanapun juga, kalau Kota Pangkalpinang sejahtera, masyarakat juga nyaman.
Gereja sendiri, lanjut dia, bukan hanya menjadi tempat ibadah, tapi bagaimana bisa dijadikan tempat untuk bertukar pikir tentang apa yang perlu dikerjakan. Apalagi pada tahu 2030 ,Indonesia akan surplus anak muda dan 2045 menjadi Indonesia Emas tepat 100 tahun Negara Indonesia.
"Jadi pemuda harus ambil bagian di dalam gereja. Intinya kami mau bersama-sama bukan secara personal saja ya artinya dari kita sendiri melalui pergumulan," bebernya.
Dirinya juga turut mengapresiasi Wali Kota Pangkalpinang yang benar-benar memperhatikan kerukunan umat beragama di wilayahnya. Dari hal sederhana, seorang kepala daerah dapat dinilai berkesan bagi masyarakatnya.
"(Respons cepat) beliau memang di mata kami itu, memang dari hal-hal yang sederhana pun beliau pun bisa. Artinya cukup mai mendengar masyarakatnya," kata Frank. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)