Berita Belitung
Laskar Pelangi Dinilai Tak Relavan Lagi, Citra Pariwisata Belitung Perlu Branding Baru yang Kekinian
Tidak bisa dipungkiri pariwisata Belitung dikenal luas setelah Film Laskar Pelangi yang diangkat dari Novel Andrea Hirata pada 2008 silam booming.
Penulis: Adelina Nurmalitasari |
POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Tidak bisa dipungkiri pariwisata Belitung dikenal luas setelah Film Laskar Pelangi yang diangkat dari Novel Andrea Hirata pada 2008 silam booming.
Meski begitu, pariwisata Belitung yang terus mengangkat citra dari Laskar Pelangi dinilai sudah tidak relevan.
Hal tersebut diangkat International Hotel General Manager Association (IHGMA) pada Focus Group Discussion (FGD) di Fairfield by Marriott Belitung, Senin (6/6/2022).
"Belitung sudah saatnya dibanding ulang. Kalau terus pakai slogan lama, maka kita terus terkurung di kotak yang sama. Ini momentumnya, Labuan Bajo, Bali, Belitung saat pandemi kita mulai dari garis yang sama. Nanti saya akan coba bikin, Belitung harus di-branding ulang," kata Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie.
Baca juga: Buron Selama Dua Tahun, Pelaku Perompakan di Bangka Selatan Ditangkap Dit Polairud Polda Babel
Baca juga: Usai Abadikan Perjalanan Saat Pulang Melaut, Dua Pemancing Tewas Tersambar Petir Tewas, Tiga Selamat
Menjual pariwisata Belitung selanjutnya tidak boleh jauh dari sport tourism.
Isyak menilai bahwa pariwisata olahraga atau sport tourism terbukti berhasil melalui beberapa event yang diselenggarakan di Belitung, seperti triathlon, kayak, dan olahraga lainnya.
Selanjutnya, Belitung juga harus menjadi destinasi wisata yang menawarkan pengalaman atau experience.
Kemudian fokus wisatawan juga menyasar generasi milenial, karena destinasi wisata seperti geopark memerlukan tenaga untuk mengaksesnya, seperti mendaki pada Geosite Peramun.
Meski pemerintah daerah dan berbagai pihak terus mendorong pariwisata, namun masyarakat di tingkat akar rumput belum memandang pariwisata sebagai peluang ekonomi.
Di sinilah tantangan pariwisata Belitung ketika dihadapkan dengan pertambangan dan pola pikir SDM. Belum lagi tantangan regulasi kepariwisataan yang tak dimiliki pemerintah setingkat kabupaten.
Deputy Head of Doctor of Research in Management Binus Business School, Bina Nusantara University Sri Bramantoro Abdinagoro juga mempertegas bahwa brand Laskar Pelangi sudah berlalu, sehingga Belitung harus punya brand baru.
"Setidaknya tahun depan sudah harus muncul," kata Bram.
Selain brand, pariwisata Belitung perlu diperkuat dengan identitas yang berakar dari budaya.
Identitas ini kemudian dapat diperkenalkan oleh hotel seperti menampilkannya di lobi hotel. Identitas ini juga termasuk hal-hal penunjang kepariwisataan seperti oleh-oleh khas.
"Ketiga SDM. Saya menemukan hal sama di tempat lain, (SDM-nya) impor (dari luar daerah). Kita selalu menyarankan ke Pemda, kalau mau fokus ke pariwisata bikinlah SMK, akademi pariwisata, dan seterusnya. Kemarin saya jalan-jalan, guide perahu itu SMK, artinya anak didik sudah ada yang berhasil. Menurut pengalaman saya, mentalnya sudah mulai ada. Hotel menjadi tempat magang," jelasnya.
Baca juga: Tak Perlu Resah Isu Ketersediaan Hewan Kurban, Akhir Pekan Sapi dan Kambing Mulai Berdatangan
Baca juga: Sekda Sebut Digitalisasi Dibutuhkan untuk Pengembangan Kompetensi ASN Pemkot Pangkalpinang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20220606-fgd.jpg)