Berita Belitung

Harga Kebutuhan Pokok Naik, Emak-emak di Belitung Putar Otak Cukupi Uang Belanja

Meskipun uang belanja makin boros, ia tetap berjualan dengan harga yang sama dan bertahan meskipun untung tipis.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Ilustrasi cabai 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran mengalami kenaikan, mulai dari bumbu dapur hingga bahan makanan.

Kondisi ini dikeluhkan ibu rumah tangga dan pemilik warung makan di Kabupaten Belitung. Akibatnya mereka harus putar otak menyiasati tingginya harga kebutuhan pokok.

Sunanti, pemilik warung makan di Desa Air Saga, misalnya. Dia mengeluhkan naiknya harga, terutama cabai rawit yang kini mencapai harga Rp16.000 per ons atau Rp150.000 per kilogram. Kenaikan harga ini terjadi pada berbagai komoditas bumbu dapur, dari mulai cabai rawit, cabai keriting, hingga bawang merah.

"Bingung mau menentukan harga, barang-barang di pasar naik, sedangkan orang yang beli mau harganya murah. Harga cabai lah yang paling ngeri, sudah lebih mahal dari harga ayam," tuturnya, Rabu (15/8/2022).

Tidak hanya bumbu dapur, harga daging ayam dan telur ayam pun naik. Sunanti mengatakan, harga ayam terakhir di pasar ia belum seharga Rp52.000 per kilogram. Itu pun sudah turun dibandingkan sebelumnya yang sempat mencapai Rp57.000 per kilogram. Harga telur ayam pun kini berkisar antara Rp1.900-Rp2.000 per butir.

Meskipun uang belanja makin boros, ia tetap berjualan dengan harga yang sama dan bertahan meskipun untung tipis.

"Daripada nganggur, biarlah untung kecil. Berharap saja mudah-mudahan harga di pasar ini turun, biar yang jualan makanan kecil-kecilan seperti kami ini nyaman," ucapnya.

Bukan saja Sunanti, naiknya harga kebutuhan pokok ini dikeluhkan ibu rumah tangga. Ervina, misalnya, naiknya harga bumbu dapur membuatnya harus putar otak agar uang belanja cukup.

"Mau tidak mau harus dibeli karena kebutuhan. Tidak bisa juga masak tidak pakai bawang dan cabai, palingan pakai sedikit, masak yang bumbunya kurang," ucapnya.

Ia pun berusaha mengurangi uang belanja dengan membeli sedikit dengan harapan harga segera turun kembali.

"Beli sedikit-sedikit. Terakhir beli cabai tahu harganya mahal, beli setengah ons, mudah-mudahan cepat turun (harga, red)," imbuh dia.

Naiknya harga ini juga dirasakan ibu rumah tangga, Mini. Menurutnya sekarang barang-barang serba mahal. Mulai dari minyak goreng, ikan, sayuran, bahkan tahu tempe yang harganya terjangkau pun ikut naik.

"Jadi bingung mau makan apa, sedangkan ekonomi dari dulu masih gini-gini saja," kata dia.

Agar uang belanja pas, ia pun harus mengatur menu makan agar uang belanja tidak membengkak. Seperti memasak yang ada di kebun misalnya pepaya dan daun singkong. Menu masak pun diganti dengan bumbu sedikit seperti sayur bening dan tumis-tumisan. ( Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved