Info Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Angin Duduk, Kenali Gejala dan Cara Pertolongan Pertama
Angin duduk merupakan nyeri dada yang terjadi saat terjadi penyumbatan pembuluh darah jantung (koroner). Penyakit ini ditandai sakit dada sebelah kiri
Penulis: Adelina Nurmalitasari |
POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Angin duduk merupakan nyeri dada yang terjadi saat terjadi penyumbatan pembuluh darah jantung (koroner). Penyakit ini ditandai sakit dada sebelah kiri yang terasa seperti ditindih. Gejala yang khas angin duduk dipicu oleh aktivitas dan kerja berat.
"Ketika istirahat hilang, aktivitas lagi sakit lagi, itu khas angin duduk. Justru kalau sakit dada muncul tidak beraktivitas, itu bukan angin duduk tapi serangan jantung," kata Dokter Spesialis Jantung RSUD Marsidi Judono dr Erick Hoetama, Sp. JP pada Program Konter atau Konsultasi Dokter Pos Belitung, Kamis (16/6/2022).
Beberapa orang di usia tua di atas 65 tahun, orang pengidap diabetes atau perempuan bisa juga tidak ditandai gejala khas. Namun timbul rasa sakit di ulu hati yang biasa dikira sakit maag. Ketika mengonsumsi obat maag, tidak minum kopi atau tidak makan cabai tetapi masih sakit, ada kemungkinan merupakan tanda-tanda angin duduk.
Penyakit ini dipicu oleh faktor risiko seperti usia semakin tua yakni pada laki-laki di atas 45 tahun dan perempuan 55 tahun. Faktor risiko juga meningkat jika ada riwayat penyakit jantung koroner dari keluarga seperti ayah dan ibu. Selain keluarga, penyakit ini bisa disebabkan pula oleh faktor genetik atau keturunan.
Risiko penyakit angin duduk bisa pula dipicu oleh penyakit penyebab seperti hipertensi, diabetes melitus atau kencing manis dan kolesterol tinggi. Tapi fakto risiko tertinggi penyebab angin duduk yakni kebiasaan merokok.
Menurut Erick, angin duduk ini bisa saja disembuhkan dengan mengobati penyakit penyebabnya, seperti mengontrol tekanan darah, kolesterol dan gula darah. Selain juga berobat atau check up rutin ke dokter.
Ia menyarankan datang ke dokter tidak hanya ketika sudah sakit, tapi bisa dengan check up yang bisa dimulai rutin pada usia 21 tahun. Jika tidak terjadi masalah kesehatan seperti tensi, gula darah, dan kolesterol stabil, check up bisa dilakukan per tiga tahun sekali.
Untuk melakukan pertolongan pertama bagi pasien angin duduk, jika memiliki obat di bawah lidah, dapat diberikan kepada pasien untuk ditaruh di bawah lidah, tidak ditelan, cukup ditaruh hingga obat hilang sendiri.
Obat yang dikenal ISDN atau Disosorbide Nitrate ini dapat digunakan untuk mengobati gejala angin duduk. Obat dapat diberikan maksimal tiga kali dengan selang waktu lima menit. "Kalau sudah tiga kali pemberian dalam selang waktu dada masih sakit itu sudah serangan jantung," lanjutnya.
Jika tidak punya obat, pasien dapat sebaiknya dibiarkan istirahat selama 15 menit. Jika rasa sakit tidak hilang, segera bawa ke rumah sakit karena tidak ada lagi yang bisa dilakukan.
Hal yang penting diketahui masyarakat awam maupun tenaga kesehatan ialah ketika membawa pasien angin duduk atau serangan jantung, posisikan pasien setengah duduk bukan berbaring. Posisi datar berkemungkinan besar menyebabkan pasien sesak sehingga tak menutup kemungkinan kondisi memburuk selama dibawa ke rumah sakit. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20220616-Dokter-Spesialis-Jantung-RSUD-Marsidi-Judono-dr-Erick-Hoetama-Sp-JP.jpg)