KKB Papua Bantai 10 Warga Sipil, Seorang Pendeta Jadi Korban, Egianus Kogoya Diyakini Terlibat
Sembilan warga sipil tewas mengenaskan diserang secara membabibuta oleh KKB Papua. Seorang korban lainnya kritis.
Egianus Kogoya sempat menyatakan kegeramannya karena KKB di Papua dicap teroris.
Pada 30 April 2021 ia memposting di akun Facebook miliknya @Brigjend Egianus Kogeya.
Di postingan tersebut ia menuliskan kata-kata seolah kembali menantang aparat TNI-Polri yang saat ini masih mencoba menangkap para anggota KKB dalam keadaan hidup ataupun meninggal dunia.
"Terimakasih kolonial indonesia yang sudah kasih nama kami (OPM-TPNPB) sebagai teroris diidalam hukum anda. Tetapi sayang sekali, karena dengan begitu anda pertajam tatik perang gerilya Kami."
"Satu hal yang kamu harus tahu yaitu Teroris hanya didalam hukummu tetapi dimata Hukum Allah, Alam dan Hukum Internasional tidak demikian. Kau akan kalah ditangan kami karena Kami dilindungi tiga Hukum Besar, Benar dan Adil. Tiga banding satu mana bisa kau menang?".
"Segalah Perlengkapan Perang adalah Milikmu (indonesia) tetapi Medang Perang adalah Milik Kami (TPNPB-OPM)."
Tak ayal postingan itu juga menuai beragam komentar dari warganet.
Update berita Posbelitung,co di Google News
(Tribun-Papua.com/Bangkapos.com)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul 10 Korban KKB Papua di Nduga Segera Dievakuasi ke Timika, 9 Warga Sipil Tewas: Ini Identitasnya