KKB Papua Bantai 10 Warga Sipil, Seorang Pendeta Jadi Korban, Egianus Kogoya Diyakini Terlibat

Sembilan warga sipil tewas mengenaskan diserang secara membabibuta oleh KKB Papua. Seorang korban lainnya kritis.

Editor: Fitriadi
Tribun-Papua.com/Istimewa
Tampak sekolah di Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Selasa (14/12/2021) pagi. KKB Papua kembali menyerang warga sipil pada Sabtu (16/7/2022) pagi. 

Antaralain korban yang meninggal adalah Yulius Watu, Hubertus Goti, Daeng Marannu, Taufan Amir, Johan, Alex, Yuda Gurusinga, Nasjen dan Eliaser Baner.

Sementara satu korban yang mengalami luka-luka adalah Sudirman.

"Salah satu korban yang tewas adalah seorang pendeta, yaitu Eliaser Baner," kata Faizal.

Menurut dia, sebagian besar korban mengalami luka tembak dan sebagian luka benda tajam.

Faizal meyakini para pelaku adalah KKB pimpinan Egianus Kogoya.

"Kami sangat yakin ini kelompok Egianus," cetusnya.

Faizal menyebut akan ada satu tim yang dikirim untuk melakukan identifikasi di lokasi kejadian.

"Jarak TKP tidak terlalu jauh, tapi daerahnya itu daerah pinggir," ungkap Faizal.

Sosok Egianus Kogoya

Sosok Egianus Kogoya kembali jadi sorotan. Pimpinan satu di antara KKB Papua ini diyakini terlibat dalam aksi pembantaian terjadap 10 warga sipil di Nduga, Papua.

Dikutip Bangkapos.com dari Kompas.com Egianus Kogoya merupakan pimpinan KKB Papua di Kabupaten Nduga.

Ia merupakan putra dari seorang tokoh OPM yang telah meninggal, Silas Kogoya.

Usia Egianus tergolong muda sebagai pimpinan KKB Papua.

Jurnalis senior Papua, Victor Mambor mengaku sempat bertemu dengan Egianus Kogoya pada Januari 2019 di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga.

Pertemuan tersebut dibuat berdasarkan janji dengan perantara melalui seseorang yang tak disebutkan identitasnya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved