BBM Non Subsidi sudah Turun Harga, Kini Stok Pertalite Tersedia 18 Hari, Solar Cukup untuk 20 Hari

Stok pertalite kurang dari 4 juta Kiloliter atau tersedia untuk 18 hari sedangkan Solar juga dikisaran 4 juta Kiloliter tersedia untuk 20 hari

Tayang:
Penulis: Hendra CC | Editor: Hendra
posbelitung.co
Suasana di SPBU Devan Astika yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Lesung Batang, Kecamatan Tanjungpandan pada Selasa (23/8/2022) sore. (Posbelitung.co/Dede S) 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - PT Pertamina terus menggenjot produksi bahan bakar minyak (BBM) untuk masyarakat Indonesia.

Saat ini stok BBM untuk masyarakat dipastikan aman.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan stok Pertalite secara nasional saat ini tersedia untuk 18 hari ke depan.

Sedangkan untuk BBM jenis solar tersedia hingga untuk 20 hari ke depan.

Dengan ketersediaan stok tersebut Patra Niaga memastikan BBM di Indonesia dalam posisi aman.

"Stok BBM nasional dalam posisi Pertalite ada di level 18 hari dan Solar ada di level 20 hari. Dan ini terus kami produksi untuk mencukupi kebutuhan masyarakat," ucap Irto kepada Tribunnews, Jumat (2/9/2022).

Dirinya juga membeberkan, penyaluran BBM subsidi tersebut juga terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan data per akhir Agustus 2022, penyaluran Pertalite telah mencapai 19,5 juta kilo liter (KL).

Kemudian untuk BBM jenis solar subsidi, pada periode yang sama tercatat telah tersalurkan sebanyak 10,9 juta KL.

Jika dilihat lebih lanjut, kuota jenis BBM tersebut kian tipis.

Sebagai informasi, BBM jenis Pertalite dan Solar subsidi jumlah kuotanya dibatasi oleh Pemerintah.

Untuk Pertalite pada tahun ini jumlah kuotanya 23 juta KL.

Sementara Solar subsidi jumlah kuotanya sebesar 14,9 juta KL.

Sehingga bila dilihat lebih rinci, stok Pertalite Subsidi kurang dari 4 juta KL dan Solar subsidi juga dikisaran 4 juta KL.

"Penyaluran pertalite hingga bulan agustus sudah mencapai 19.5 juta KL dari kuota 23.05 juta KL,” ucap Irto Ginting.

"Penyaluran solar hingga bulan agustus sudah mencapai 10.9 juta KL dari kuota yang diberikan ke Pertamina sebesar 14.9 juta KL," pungkasnya.

BBM Non Subsidi Turun Harga

Di tengah rencana menaikan harga pertalite dan harga solar ini kabar terbaru datang dari Pertamina selaku operasi BBM di Indonesia.

Pertamina tiba-tiba menurunkan harga BBM, tetapi khusus untuk yang BBM non subsiri yakni Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex.

Dilansir oleh Kompas.com, turunnya harga BBM nonsubsidi Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex berlaku terhitung mulai Kamis, (1/9/2022).

Melansir laman resminya, Kamis (1/9/2022), Harga Pertamax Turbo turun itu mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Adapun harga Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex turun beragam di masing-masing wilayah atau provinsi berkisar Rp 700-Rp 2.000 per liter.

Seperti pada wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax Turbo turun dari Rp 17.900 per liter menjadi Rp 15.900 per liter.

Lalu pada harga Dexlite dengan Cetane Number (CN) 51 turun dari Rp 17.800 per liter menjadi Rp 17.100 per liter, serta Pertamina Dex (CN 53) turun dari Rp 18.900 per liter menjadi Rp 17.400 per liter.

Berikut rincian harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex di berbagai wilayah di Indonesia:

  • Pertamax Turbo Rp 15.900 per liter berlaku di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • Pertamax Turbo Rp 16.250 per liter berlaku di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Papua.
  • Pertamax Turbo Rp 16.600 per liter berlaku di Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, dan Kodya Batam (FTZ).
    Dexlite Rp 17.100 per liter berlaku di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • Dexlite Rp 17.450 per liter berlaku di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.
  • Dexlite Rp 17.800 per liter berlaku di Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, dan Kodya Batam (FTZ).
  • Pertamina Dex Rp 17.400 per liter berlaku di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • Pertamina Dex Rp 17.750 per liter berlaku di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Papua Barat.
  • Pertamina Dex Rp 18.100 per liter berlaku di Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, dan Kodya Batam (FTZ).

(Tribunnews.com/Bambang Ismoyo) (Kompas.com/Yohana Artha Uly)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved