Santri Gontor Tewas Dianiaya Senior, Satu Tersangka asal Pangkalpinang, Ini Kata Kasat Reskrim

Polres Ponorogo telah menetapkan dua orang tersangka kasus penganiaya santri Gontor hingga tewas, satu pelaku asal Pangkalpinang

Editor: Hendra
TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra
Polres Ponorogo melakukan olah TKP kasus dugaan penganiayaan hingga menyebabkan kematian seorang santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo, Selasa (6/9/2022). Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari pentungan, minyak kayu putih, air mineral, hingga becak. 

POSBELITUNG.CO, PANGKALPINANG, --  Kasus tewasnya seorang santri pondok pesantren Gontor asal Palembang AM (17) yang diduga dianiaya oleh seniornya terus diselidiki oleh Polres Ponorogo dan Polda Jawa Timur.

Dari hasil penyelidikan dan alat bukti yang ditemukan, polisi telah menetapkan dua orang tersangka.

Kedua orang tersangka tersebut diketahui berinisial IH (17) asal Pangkalpinang, Bangka Belitung dan MFA (18) asal Tanah Datar, Sumatera Barat.

Kedua orang yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurnia  sudah dilakukan pemeriksaan.

Pernyataan senada disampaikan oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta.

“Penyidikan telah mengumpulkan alat bukti dan menetapkan dua tersangka dengan inisial MF dan IH,” kata Irjen Nico Afinta di Mapolres Ponorogo, Senin (12/9/2022).

Nico mengatakan, alat bukti untuk penetapkan tersangka di antaranya hasil otopsi yang sudah dilakukan pada jenazah korban di Palembang.

Menurut Nikolas, motif penganiayaan AM hingga tewas diduga dilatarbelakangi kesalahpahaman saat menggelar acara Perkemahan Kamis Jumat (Perkajum).

Saat itu, AM yang menjadi ketua kekurangan alat hingga menyebabkan keduanya marah.

Polres Pangkalpinang Tunggu Perintah

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved