Berita Belitung
Nelayan Belitung Belum Terima Bantuan Pascakenaikan Harga BBM , Berdampak pada Pengeluaran Modal
Pascakenaikan harga BBM, Forum Nelayan Baro belum menerima bantuan dalam bentuk apapun dari pemerintah.
Penulis: Dede Suhendar | Editor: Novita
Jika diakumulasikan dengan harga cumi Rp80 ribu per kilogram, pendapatan hanya Rp160 ribu per malam.
"Itu untuk hitung-hitungan turun ke laut sekitar sini. Belum yang jauh, misalnya ke arah Membalong, itu biayanya lebih besar lagi," kata Jaya.
Ketika ditanya bantuan pemerintah, Jaya memang belum pernah mendapatkan dalam bentuk apapun.
Padahal dirinya sudah memiliki kartu nelayan, meskipun belum terdaftar di kelompok nelayan.
"Kalau bantuan, belum pernah dapat. Kalau pemerintah mau ngasih, Alhamdulillah. Tapi kalau tidak ada, kami tidak bisa memaksa juga," imbuhnya.
Ia menambahkan, pascakenaikan harga, penyaluran solar tetap lancar seperti biasanya. Khusus nelayan Tanjung Kubu biasanya membeli solar di APMS Desa Batu Itam.
"Suplai minyak masih lancar. Karena kami kalau cuman mancing dekat itu, sekali turun hanya 5-7 liter solar dan pertalite lima liter," kata Jaya.
Belum Ada Rencana
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, Firdaus Zamri, mengatakan, sampai saat ini belum ada rencana untuk pemberian bantuan bagi nelayan.
Selain berkenaan dengan anggaran, kondisi kenaikan harga BBM juga terjadi secara nasional.
Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan kajian dengan bidang teknis, terutama menghitung selisih dari harga BBM dengan harga jual ikan.
"Kalau bantuan memang belum ada. Tapi rencanannya besok kami akan bahas dengan bidang tangkap, hasilnya akan kami sampaikan," kata Firdaus kepada Posbelitung.co pada Minggu (25/9/2022). (Posbelitung.co/Dede Suhendar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20220925-Ketua-Forum-Nelayan-Baro-Erwin-kiri-bersama-Wakilnya-di-Dermaga-Nelayan-Baro.jpg)